KOPERATIF Dukung Agrinas Palma Nusantara, Minta Sentimen Negatif Dihentikan

Selasa, 15 September 2026 | 12:26:00 WIB
KOPERATIF menyatakan dukungan terhadap PT Agrinas Palma Nusantara dalam mengelola perkebunan kelapa sawit

PEKANBARU (RA) - Komunitas Masyarakat Peduli Pertanian dan Perkebunan Produktif (Koperatif) meminta sentimen negatif terhadap jajaran Direksi PT Agrinas Palma Nusantara dihentikan. Mereka menilai kebijakan perusahaan dalam mengelola kebun kelapa sawit di area penggunaan kawasan hutan merupakan keputusan bisnis.

Hal itu disampaikan Koordinator Relawan Koperatif, Raja Pradijaya, saat menggelar aksi damai di kawasan Purna MTQ Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Raja menyebut polemik yang terjadi di Agrinas seharusnya tidak hanya dilihat dari persoalan vendor yang mendapatkan atau tidak mendapatkan surat keputusan (SK) penugasan.

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah memastikan vendor yang ditunjuk memiliki kemampuan dan komitmen untuk meningkatkan produktivitas kebun.

"Sentimen negatif terhadap jajaran Direksi Agrinas, seperti kepada Direktur Operasional Tuhu Bangun dan Direktur Kepatuhan Novil, diduga dibangun oleh pihak yang terganggu," kata Raja dalam orasinya.

Dia mengatakan pengelolaan kebun sawit membutuhkan keberlanjutan agar dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha dan pada akhirnya mendukung kemakmuran masyarakat.

"Masalah PT Agrinas Palma Nusantara hari ini bukan soal vendor mana dapat SK penugasan atau vendor mana yang tidak dapat SK penugasan. Tapi memastikan apakah vendor itu pantas atau layak dan berkomitmen meningkatkan produktivitas areal kebun sawit," ujarnya.

Raja menilai jajaran Direksi Agrinas saat ini sedang mencari solusi agar tata kelola perkebunan dapat berjalan. Menurut dia, pengelolaan kebun tidak bisa terlalu lama tersandera konflik karena tanaman tetap membutuhkan perawatan.

"Yang dilakukan oleh Direksi hari ini adalah berusaha mencari jalan dan solusi agar tata kelola dapat berjalan tanpa harus berlama-lama mengurusi konflik. Tanaman harus dipupuk, dirawat, dan produktif," katanya.

Dia juga menyebut Direktur Operasional Tuhu Bangun bersama jajaran direksi dan karyawan Agrinas tengah berupaya mengembalikan pengelolaan kekayaan alam kepada negara.

"Direktur Operasional Tuhu Bangun bersama segenap jajaran Direksi dan karyawan Agrinas diserang karena berjuang untuk mengembalikan apa yang hilang selama ini dari negara, yaitu kedaulatan negara mengelola kekayaan alam," lanjutnya.

Raja mengatakan para direksi yang ditunjuk memiliki tanggung jawab untuk memastikan kekayaan alam dikelola secara tepat dan profesional.

Dia menilai pengelolaan BUMN secara profesional dapat memunculkan pihak-pihak yang tidak terakomodasi.

"Mengelola BUMN dengan profesional akan selalu jadi incaran oleh pihak yang tidak terakomodir. Sehingga, tudingan kepada Direktur Operasional dan Direktur Kepatuhan adalah konspirasi dari sekelompok orang yang ingin memonopoli pengelolaan kebun-kebun yang disita negara," ujarnya.

Raja juga menilai Agrinas merupakan instrumen negara untuk mengelola aset dan kekayaan alam. Karena itu, dia mengajak masyarakat mendukung upaya pembenahan tata kelola perusahaan.

"Agrinas adalah alat negara untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang selalu berbenah dan mengevaluasi diri. Apakah dengan menuduh akan menyelesaikan masalah?" katanya.

Koperatif juga menilai tudingan terhadap Direktur Operasional Tuhu Bangun dan Direktur Kepatuhan Novil tidak disertai fakta yang utuh. Mereka meminta seluruh pihak melihat persoalan secara menyeluruh.

Terkait penerbitan SK Penugasan Sementara, Raja menyebut kebijakan tersebut merupakan keputusan bisnis yang didahului analisis dan evaluasi berkala. Menurutnya, langkah itu diperlukan demi keberlanjutan pengelolaan kebun di area penggunaan kawasan hutan.

"Agrinas tidak boleh tunduk kepada kepentingan pribadi atau kelompok, tapi harus tunduk kepada kepentingan negara dan wajib memberikan kesempatan kepada setiap anak bangsa yang memiliki keahlian dan kemampuan," tegasnya.

Relawan Koperatif kemudian mengajak masyarakat mendukung upaya Agrinas meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit di area penggunaan kawasan hutan sesuai aturan yang berlaku.

Mereka juga mendorong pemanfaatan lahan-lahan tidur untuk mendukung program swasembada pangan melalui sektor pertanian produktif.

Usai menyampaikan orasi di kawasan Purna MTQ Pekanbaru, massa Relawan Koperatif kemudian melakukan long march menuju Kantor Agrinas. Mereka membawa papan bunga yang berisi narasi dukungan terhadap PT Agrinas Palma Nusantara.

Terkini

Terpopuler