1.601 Pebulutangkis Muda Berjuang Gabung PB Djarum

Rabu, 09 September 2026 | 20:14:00 WIB
Audisi PB Djarum di Kudus.

KUDUS (RA) - Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum menyelenggarakan Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus yang dihelat di GOR Djarum, Jati, pada Rabu (9/9) hingga Minggu (13/9).

Tak kurang, sebanyak 1.601 peserta yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua akan berjibaku menunjukkan aksi terbaik demi meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung dengan PB Djarum.

Para bibit potensial ini tersebar di tiga kategori usia yaitu U-11, KU-11, dan KU-12 baik putra maupun putri. Adapun Kudus menjadi kota ketiga pelaksanaan proses seleksi pebulutangkis muda berkualitas super setelah lebih dahulu diadakan di Pekanbaru (Juli) dan Makassar (Agustus).

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan, penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kota Kudus yang dimulai bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) diharapkan dapat menjadi momentum memperkokoh ekosistem dan pembinaan bulutangkis Indonesia.

Tidak hanya mencari generasi penerus bulutangkis Indonesia, penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026 di tiga kota juga bertujuan untuk menjaga nyala api semangat dan pembinaan bulutangkis di berbagai wilayah Tanah Air.

"Bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, kami ingin terus mengambil peran dalam mendukung kemajuan olahraga Indonesia melalui pembinaan atlet sejak usia dini. Audisi Umum PB Djarum menjadi salah satu langkah untuk menemukan talenta-talenta muda potensial dari berbagai daerah," katanya, Rabu (9/9/2026).

Disebutkan Yoppy, pihaknya percaya regenerasi adalah kunci agar bulutangkis Indonesia tetap memiliki prestasi di masa depan. Dirinya menilai prestasi atlet tidak serta merta didapat secara instan, ada proses panjang dalam menempa kemampuan dan motivasi tinggi.

"Semoga dari rangkaian audisi tahun ini kami menemukan atlet-atlet berkualitas super yang dapat berkembang bersama PB Djarum dan meneruskan semangat juara guna mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia," ujar Yoppy.

Selaras dengan hal tersebut, Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, menjelaskan jumlah peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus mengalami peningkatan dibandingkan dua kota penyelenggaraan sebelumnya yakni Pekanbaru dan Makassar.

Jumlah dan keragaman pebulutangkis muda dari berbagai daerah ini diakui Sigit menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Pencari Bakat yang ia komandoi dalam menyaring bibit-bibit potensial.

"Dengan jumlah peserta yang lebih banyak di Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus, diharapkan akan lebih beragam bibit-bibit potensial yang bisa kami amati. Tetapi ini juga akan menjadi tantangan bagi kami karena harus benar-benar mendapatkan bakat super yang akan masuk ke fase karantina," kata peraih gelar Juara Dunia 1997 itu.

Sigit melanjutkan, proses seleksi akan berlangsung komprehensif dengan melibatkan berbagai aspek.

"Kami akan mengamati cara mereka menguasai lapangan dengan footwork yang dimiliki, kemudian kualitas tekniknya apakah sudah baik seperti cara memegang raket, stroke, footwork, hingga smash. Kemudian juga faktor postur. Hal-hal seperti itu yang saya kira jadi modal dasar yang diperlukan bagi atlet-atlet muda untuk berkembang," lanjutnya.

Ditambahkan Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, yang mengatakan PB Djarum menetapkan standar tinggi dalam menentukan bibit muda yang berpeluang melanjutkan pembinaan di PB Djarum.

Tak hanya fokus pada teknik dasar yang dimiliki para peserta, seleksi juga memperhatikan faktor non teknis seperti mental sang atlet. Selain teknik dasar bermain bulutangkis yang baik, dikatakan Fung, pihaknya juga melihat juga postur.

"Walaupun agak sulit memprediksi, tetapi kita punya beberapa patokan yang mungkin bisa kita pakai, kita aplikasikan dalam memprediksi postur adik-adik kita ini nanti setelah 5-6 tahun ke depan seperti apa. Dan di lapangan, kami akan melihat bagaimana cara bermain mereka, strategi mereka dari kecil seperti apa. Itu kan jadi bahan pertimbangan kita juga," ujar Fung.

Tags

Terkini

Terpopuler