JAKARTA (RA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mendorong hilirisasi kelapa sawit agar tidak berhenti pada produk minyak sawit. Potensi sawit yang begitu besar dinilai dapat dikembangkan menjadi beragam produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas.
Upaya tersebut diwujudkan BPDP melalui kegiatan Promosi Produk Hilirisasi Kelapa Sawit untuk Mendukung UMKM Naik Kelas yang digelar bersama Sawitsetara.co di Beachwalk Shopping Center, Kuta, Bali.
Mengusung tema "Sawit Berkelanjutan, UMKM Berdaya, Menuju Pasar Global", kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai beragam manfaat kelapa sawit dan produk turunannya.
Perwakilan BPDP, Anwar Sadat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan manfaat kelapa sawit secara lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat yang memandang sawit sebatas komoditas penghasil minyak goreng.
"Padahal, dari komoditas tersebut dapat dihasilkan berbagai produk seperti sabun, margarin, kosmetik, kerajinan, hingga berbagai produk inovatif lainnya yang membuka peluang besar bagi UMKM," ujar Anwar dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).
BPDP juga mengajak masyarakat yang berada di lokasi kegiatan untuk mengunjungi booth BPDP. Di sana, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai kelapa sawit sekaligus melihat secara langsung berbagai produk turunannya.
"Kami mengajak masyarakat mengunjungi booth BPDP untuk mendapatkan informasi secara utuh mengenai kelapa sawit dan manfaatnya. Di sana masyarakat juga dapat melihat langsung berbagai produk turunan sawit serta mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang telah disiapkan," katanya.
Anwar menjelaskan, peran BPDP tidak hanya berkaitan dengan promosi produk hilir sawit. Dana yang dikelola BPDP berasal dari pungutan ekspor komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit dan kakao, yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program strategis di sektor perkebunan.
Program tersebut antara lain Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengembangan, penyediaan sarana dan prasarana, hingga berbagai program pemberdayaan lainnya.
Dalam konteks hilirisasi, BPDP melihat pengembangan produk turunan sawit sebagai langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
"Melalui promosi produk hilirisasi, UMKM diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, hingga menembus pasar nasional maupun internasional," jelas Anwar.
Kegiatan di Bali tersebut sekaligus memanfaatkan tingginya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sebagai peluang memperkenalkan produk UMKM berbasis sawit kepada pasar yang lebih luas.
Direktur Sawitsetara.co, Dr. Eko Jaya Siallagan, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki konsep berbeda karena memadukan pameran produk UMKM berbasis turunan sawit dengan edukasi dan promosi kepada masyarakat.
"Kami melalui Sawitsetara merasa mendapat kehormatan menjadi bagian dari acara yang luar biasa ini. Ini merupakan kegiatan yang unik karena menghadirkan pameran UMKM dengan produk-produk berbahan dasar kelapa sawit," ujar Eko.
Dia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak langsung kepada para pelaku UMKM yang ikut serta, terutama dari sisi penjualan dan perluasan pasar.
"Kami berharap seluruh produk UMKM dapat diminati pengunjung. Harapan kami sederhana, para pelaku UMKM pulang dengan produk yang habis terjual," katanya.
Beragam kegiatan turut digelar dalam rangkaian promosi tersebut. Mulai dari pameran produk hilirisasi sawit, talkshow dan dialog interaktif, demo produk, business matching, promosi digital, fashion dan creative showcase berbasis sawit, edukasi sawit berkelanjutan, hingga networking antara UMKM dan investor.
Melalui kegiatan ini, BPDP berharap produk hilirisasi sawit semakin dikenal masyarakat. Di saat yang sama, UMKM berbasis sawit diharapkan mampu memperkuat kualitas, pemasaran, dan branding sehingga memiliki daya saing untuk masuk ke pasar yang lebih luas.
Hilirisasi pun menjadi salah satu kunci agar sawit tidak hanya dipandang sebagai komoditas mentah, tetapi mampu menghasilkan berbagai produk bernilai tambah yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.