PEKANBARU (RA) - Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pemuda mendatangi sebuah salon yang disebut berada di Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, viral di media sosial.
Dalam video berdurasi lebih dari dua menit tersebut, sejumlah pemuda terlihat mendatangi salon dan terlibat percakapan dengan orang-orang yang berada di dalamnya.
Video tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Dalam narasi yang beredar di media sosial, salon itu disebut sebagai tempat yang berkaitan dengan kelompok waria.
Namun, hingga kini belum ada keterangan yang memastikan identitas maupun latar belakang salon tersebut.
Dalam rekaman, seorang pemuda tampak mempertanyakan keberadaan seorang pria yang disebut masuk ke dalam salon dengan alasan hendak bertamu.
"Kalau kamu siang bertamu tu, bukannya malam," ujar pemuda tersebut dalam video.
Percakapan kemudian berlanjut ketika orang yang berada di dalam salon menjelaskan bahwa pria tersebut hanya datang bertamu.
"Kawan ni aku udah biasa di sini," ujar salah seorang dari dalam salon.
Pemuda tersebut kemudian mempertanyakan hubungan pria yang dimaksud dengan orang-orang yang berada di salon. Perdebatan berlangsung dalam suasana tegang, namun tidak terlihat adanya aksi kekerasan dalam rekaman tersebut.
Dalam percakapan itu, salah seorang pemuda juga menyampaikan kekhawatirannya terkait dugaan aktivitas yang menurutnya tidak sesuai dengan norma yang diyakininya.
Meski suasana sempat memanas, pemuda tersebut beberapa kali meminta agar persoalan tidak berkembang menjadi keributan dan meminta orang yang dimaksud meninggalkan lokasi.
"Nggak mau ribut-ribut, tinggal keluarkan aja. Udah pulang lah," ucapnya.
Ia juga terdengar mengungkapkan rasa malu atas situasi yang terjadi.
"Aku malu, Bang," katanya.
Namun, belum diketahui secara pasti kapan dan di mana video tersebut direkam. Identitas orang-orang yang berada dalam video serta penyebab sebenarnya sekelompok pemuda mendatangi salon tersebut juga belum terkonfirmasi.
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, saat dikonfirmasi Riau Aktual, Senin (7/9/2026) malam, mengaku belum menerima laporan terkait aksi tersebut.
Meski demikian, pihaknya akan menelusuri informasi yang beredar, termasuk lokasi kejadian dan dugaan aktivitas yang menjadi perhatian dalam video tersebut.
"Siap, kita akan tindaklanjuti," ucap Desheriyanto.
Satpol PP Pekanbaru akan melakukan pengecekan untuk memastikan informasi yang beredar di media sosial sesuai dengan kondisi sebenarnya.