PEKANBARU (RA) – Sebanyak 176 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Senin (7/9/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari total 2.395 hotspot yang terpantau di wilayah Sumatera.
"Di Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 69 titik. Selanjutnya Bengkalis terdeteksi 26 titik, Indragiri Hilir 21 titik, Kota Dumai 20 titik, serta Pelalawan dan Siak masing-masing 12 titik," ujarnya.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat memiliki delapan hotspot, Kuantan Singingi empat titik, Rokan Hilir dua titik, dan Rokan Hulu dua titik.
Dengan demikian, sebaran hotspot di Riau masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah, terutama Indragiri Hulu yang menyumbang hampir 40 persen dari total hotspot Riau.
Secara regional, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 1.493 titik. Disusul Jambi 285 titik, Lampung 145 titik, Bangka Belitung 215 titik, Riau 176 titik, Kepulauan Riau 30 titik, Sumatera Utara 28 titik, Sumatera Barat 14 titik, Aceh lima titik dan Bengkulu empat titik.
BMKG juga mencatat kondisi cuaca Riau pada Senin secara umum masih berada dalam kondisi udara kabur hingga berawan. Pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Siak, dan Kepulauan Meranti.
Sementara itu, angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau pada Senin.
Masyarakat, khususnya di daerah yang terdeteksi memiliki hotspot cukup tinggi, diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.