Kasus ISPA di Pekanbaru Meningkat 2 Kali Lipat Ditengah Bencana Kabut Asap

Kamis, 03 September 2026 | 14:34:00 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar mengecek pelayanan di Puskesmas beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (RA) - Kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) ditengah bencana kabut asap di Kota Pekanbaru alami peningkatan. Peningkatan kasus hampir dua kali lipat dibandingkan pada hari biasa.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan bahwa pada hari biasa rata-rata kasus ISPA tercatat hanya 100 kasus per hari. Namun, ditengah bencana kabut asap ini kasus ISPA menyentuh 300 an kasus rata-rata per harinya.

"Ada peningkatan kasus ISPA, ada dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari," kata Markarius Anwar, Kamis (3/9/2026).

Ia mengimbau warga untuk mewaspadai bahaya kabut asap dampak Karhutla. Apalagi kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berfluktuasi setiap harinya.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat lebih dari tujuh ratus warga mengalami ISPA sepanjang masa tanggap darurat kebakaran lahan di Kota Pekanbaru. Jumlah warga yang terkena ISPA akibat paparan kabut asap mencapai 706 orang.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, warga bukan hanya terkena ISPA karena kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran lahan. Namun ada juga yang mengalami iritasi kulit.

Jumlah warga yang terkena iritasi kulit sebanyak 33 orang. Ada juga yang mengalami asma sebanyak 23 orang.

"Untuk warga yang terpapar kebakaran lahan, bukan hanya mengalami ISPA, tapi juga mengalami iritasi kulit dan asma," tambah Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi.

Menurutnya, ada juga warga yang mengalami pneunomia sebanyak lima orang. Lalu ada juga yang mengalami konjungtivitis atau mata merah sebanyak 15 orang.

Dirinya mengatakan bahwa para pasien itu kebanyakan menjalani rawat jalan. Mereka menjalani perawatan di 21 puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru.

Dedy menambahkan bahwa warga yang mengalami kondisi tersebut akibat penurunan kualitas udara yang memburuk. Mereka terkena ISPA hingga beberapa indikasi lainnya akibat paparan asap kebakaran lahan.

"Paling banyak mengalami ISPA dari total seluruh kasus yang ditangani selama tanggap darurat lalu," pungkasnya.

Terkini

Terpopuler