Kabut Asap Kembali Muncul di Pekanbaru, Wako Sebut Pengaruh Arah Angin

Selasa, 01 September 2026 | 17:55:21 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho

PEKANBARU (RA) - Kabut asap kembali menyelimuti langit Kota Pekanbaru pada Selasa (1/9/2026) pagi. Kondisi tersebut terjadi ketika kualitas udara kembali berada pada kategori tidak sehat.

Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan kondisi kebakaran lahan di wilayahnya telah terkendali. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebut saat ini sudah tidak ditemukan titik api di Kota Pekanbaru.

Menurut Agung, secara keseluruhan jumlah titik api di Provinsi Riau juga telah mengalami penurunan cukup signifikan. Kondisi tersebut turut didukung hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir.

"Namun asap, karena arah angin yang kita tidak tahu. Ketika pagi hari muncul kabut asap, siang hari mulai hilang," kata Agung Nugroho.

Ia menjelaskan, munculnya kabut asap di Pekanbaru tidak selalu disebabkan oleh kebakaran yang terjadi di dalam kota. Arah angin yang berubah-ubah dapat membawa asap dari wilayah lain sehingga kualitas udara di Pekanbaru kembali memburuk pada waktu tertentu.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas pembelajaran di sekolah masih berlangsung secara tatap muka. Para peserta didik tetap mengikuti proses belajar di sekolah dengan sejumlah penyesuaian untuk mengantisipasi dampak buruk kualitas udara.

Agung menegaskan, Pemko Pekanbaru akan kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kualitas udara masuk ke kategori berbahaya.

"Ketika memang ada warning berbahaya, kita akan tetapkan kembali belajar jarak jauh, dalam kondisi ini kita mengambil keputusan secara tanggap," terangnya.

Untuk sementara, peserta didik yang mengikuti pembelajaran tatap muka diminta meminimalkan aktivitas di luar kelas. Selain itu, penggunaan masker juga menjadi perhatian, khususnya ketika peserta didik berada di luar ruangan.

Pemko Pekanbaru, lanjut Agung, akan terus memantau perkembangan kualitas udara. Kebijakan terkait kegiatan belajar mengajar akan disesuaikan dengan kondisi udara demi menjaga keselamatan dan kesehatan para peserta didik.

Terkini

Terpopuler