Konflik Gajah Liar di SM PLG Sebanga, Satu Warga Meninggal

Ahad, 30 Agustus 2026 | 13:55:31 WIB
Tim BBKSDA Riau memeriksa kawasan perlintasan gajah

PEKANBARU (RA) - Interaksi negatif antara manusia dan gajah liar terjadi di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga mengalami luka dan satu orang lainnya meninggal dunia.

Kepala Bagian Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin, mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika masyarakat melakukan upaya pengusiran terhadap kawanan gajah liar yang berada di dalam kawasan konservasi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, terdapat dua titik kejadian (TKP) yang berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah Sebanga,” jelas Ujang, Minggu (30/8/2026).

Korban pertama merupakan remaja bernama Mikha Daniel Simarmata (18). Ia mengalami luka setelah diduga terkena tendangan gajah liar saat melakukan pengusiran kawanan gajah.

“Korban ini mengalami luka robek pada bagian pinggang dan paha dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit,” sebut Ujang.

Sementara itu, korban meninggal dunia diketahui bernama Darwin Sondang Napitu (47). Berdasarkan informasi yang diterima BBKSDA Riau, Darwin meninggal dunia diduga akibat kelelahan setelah ikut melakukan penjagaan dan pengusiran terhadap kawanan gajah liar.

“Bukan karena gajah, akan tetapi karena faktor kelelahan. Informasi yang kami dapat bahwa almarhum berjaga dan mengusir gajah,” sambungnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas BBKSDA Riau telah melakukan penyisiran di lokasi kejadian dan area sekitarnya untuk memastikan keberadaan kawanan gajah liar. Dari hasil pemantauan, kawanan gajah tersebut diketahui telah menjauh dari lokasi kejadian.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa liar.

“Balai Besar KSDA Riau mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketenangan, tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa,” harap Ujang.

Apabila kembali ditemukan keberadaan gajah liar di sekitar permukiman warga, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat desa atau menghubungi Call Centre BBKSDA Riau agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur.

“Balai Besar KSDA Riau bersama instansi terkait akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap keberadaan kawanan gajah liar di wilayah tersebut guna mencegah terjadinya konflik lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar dilindungi,” pungkasnya.

Terkini

Terpopuler