Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 702 Hektare, Tim Gabungan Fokus Sekat Kepala Api

Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:58:57 WIB
Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kerumutan Pelalawan.

PELALAWAN (RA) - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, terus dilakukan. Hingga Senin (24/8/2026), luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 702 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kebakaran terjadi di lahan gambut yang berada dalam kawasan hutan produksi (HP).

Tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas sekaligus mengendalikan titik-titik api yang masih aktif.

"Penanganan di Kerumutan masih terus kami lakukan. Fokus utama saat ini adalah melakukan penyekatan terhadap kepala api di sisi selatan lokasi kebakaran," kata Ferdian, Selasa (25/8/2026).

Dalam operasi tersebut, Manggala Agni Daops Rengat bersama personel BKO dari Daops Siak dikerahkan bersama TNI, Polri, BPBD, RPK perusahaan, Dinas Kehutanan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Selain menyekat kepala api, tim gabungan juga membuka akses menuju sisi selatan lokasi kebakaran menggunakan alat berat jenis excavator. Pencucian kanal di sisi selatan turut dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber air bagi proses pemadaman.

Pembukaan akses dan pencucian kanal menggunakan alat berat dilakukan untuk mendukung mobilitas tim sekaligus menyediakan sumber air yang dibutuhkan dalam proses pemadaman," ujarnya.

Ferdian menjelaskan, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya akses menuju kepala api di sisi selatan yang belum sepenuhnya terbuka, kecepatan angin, cuaca panas ekstrem, tingginya volume bahan bakar potensial, serta kondisi gambut yang cukup dalam.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Meski demikian, berdasarkan hasil penanganan terakhir, situasi di lokasi dinilai lebih kondusif dibandingkan sebelumnya.

"Penjalaran kepala api aktif mulai melambat karena bahan bakar potensial di sekitar lokasi sudah mulai berkurang. Kami juga terus melakukan pembatasan terhadap kepala api dan pembasahan pada bahan bakar potensial," jelas Ferdian.

Ia menegaskan, meski kondisi kebakaran mulai lebih terkendali, operasi pemadaman di Kerumutan belum sepenuhnya selesai. Tim gabungan akan kembali melanjutkan penanganan pada hari berikutnya.

"Pemadaman belum tuntas dan akan kami lanjutkan. Strategi yang diterapkan berjalan sesuai rencana, dengan sinergi seluruh stakeholder di lapangan," tegasnya.

Selain dukungan personel dan alat berat, operasi penanganan karhutla di Kerumutan juga mendapat dukungan water bombing (WB). Pemeriksaan kesehatan turut diberikan kepada personel yang terlibat dalam operasi untuk memastikan kondisi mereka tetap terpantau selama bertugas.

Terkini

Terpopuler