BPBD Riau Minta Masyarakat tak Terbangkan Drone saat Operasi Waterbombing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:15:00 WIB
Ilustrasi Karhutla

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemadam Kebakaran (Damkar) meminta masyarakat untuk tidak menerbangkan drone berdekatan dengan lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Hal tersebut mengingat pentingnya keselamatan penerbangan dalam rangka operasi pemadaman Karhutla menggunakan helikopter waterbombing.

"Hari ini tim sedang melakukan pemadaman di Tapung Kabupaten Kampar, namun ada masyarakat sipil yang menerbangkan drone di lokasi yang berdekatan dengan titik pemadaman dan ini berpotensi membahayakan penerbangan heli waterbombing," kata Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, Sabtu (22/8/2026).

Untuk itu, pihaknya menegaskan masyarakat dilarang menerbangkan drone di sekitar wilayah operasi helikopter waterbombing.

Dirincikan Edy, adapun 5 risiko utama jika drone tetap diterbangkan di area operasi. Diantaranya bertabrakan dengan helikopter yang dapat menyebabkan kerusakan serius atau kecelakaan. Kemudian, terjadinya hangguan pada sistem navigasi dan komunikasi helikopter.

"Selain itu, juga mengganggu konsentrasi dan manuver pilot saat menjatuhkan air. Menghambat upaya pemadaman dan berpotensi memperluas dampak Karhutla. Serta mmbahayakan keselamatan awak dan masyarakat," ungkapnya.

Pihaknya menyebukan operasi waterbombing dilakukan sebagai upaya memadamkan titik api Karhutla di sejumlah wilayah di Riau.

Untuk mendukung kelancaran operasi, masyarakat diminta mengutamakan keselamatan dengan tidak menerbangkan drone selama operasi berlangsung.

"Mari bersama-sama mendukung kelancaran operasi WATERBOMBING dan menjaga keselamatan seluruh personel di lapangan. Utamakan keselamatan! Jangan menerbangkan drone selama operasi pemadaman berlangsung," tegas Edy Afrizal.

Pemprov Riau mengajak masyarakat untuk mendukung operasi waterbombing demi menyelamatkan hutan dan lingkungan di Riau.

Tags

Terkini

Terpopuler