RIAU (RA) - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan di Riau ini memasuki hari ke-22. Di mana, hingga saat ini sudah 26.000 kilogram NaCl (natrium klorida) atau garam disemai.
Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan, Jim Gafur menyebutkan OMC merupakan bagian dari misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai daerah di Riau.
"Sudah memasuki hari ke-22. OMC dilakukam dengan proses penyemaian garam di awan cumulonimbus menggunakan pesawat Cessna. Hasilnya, sejumlah daerah yang mengalami kekeringan akibat el nino berhasil diguyur hujan," kata Jim Gafur.
Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Riau, pada Rabu, 19 Agustus, telah dilaksanakan sebanyak 26 sorti penyemaian garam.
Hasilnya, hujan buatan turun membasai sejumlah daerah di Riau. Seperti Pelalawan, Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Kuantan Singingi. OMC juga terus diupayakan agar kekeringan yang menyebabkan terjadinya karhutla dapat diminimalisir, terutama di kawasan gambut.
"OMC ini tidak dapat dilakukan serta merta, tergantung kondisi awanya. Tapi hujan buatan terus diupayakan tak hanya bertujuan untuk memadamkan karhutla, tapi juga membasahi lahan agar kawasan yang mudah terbakar bisa diminimalisir," ungkap Jim.
Upaya penanggulangan karhutla juga dimaksimalkan menggunakan helikopter. Total dari enam heli yang stanby di Riau, satu di antaranya untuk kebutuhan patroli, sisanya untuk water bombing.
Pedaman karhutla dari udara tersebut dikerahkan untuk mendukung tim darat dari berbagai instansi gabungan yang terus berjibaku menjinakan titik kebakaran. Mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni.