PalmCo Kucurkan Rp17,1 Miliar untuk Warga, dari Penanganan Bencana hingga Pelestarian Lingkungan

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:51:35 WIB
PalmCo Kucurkan Rp17,1 Miliar untuk Warga, dari Penanganan Bencana hingga Pelestarian Lingkungan

PEKANBARU (RA) - Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperkuat komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di berbagai wilayah operasionalnya.

Hingga semester I-2026, perusahaan telah merealisasikan dana TJSL sebesar Rp17,1 miliar. Anggaran tersebut disalurkan untuk berbagai program, mulai dari penanganan bencana, kesehatan dan percepatan penurunan stunting, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelestarian lingkungan, hingga pembangunan sarana dan prasarana masyarakat.

Seluruh program tersebut dijalankan dengan mengacu pada arahan Danantara, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), serta Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, penyaluran TJSL tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memastikan setiap program memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

"Fokus kami bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan memastikan program yang dieksekusi memiliki jejak keberlanjutan untuk membantu memerdekakan masyarakat dari berbagai tantangan sosial," ujar Jatmiko, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, di antaranya penanganan pascabencana, percepatan penurunan stunting, penguatan kapasitas UMKM, serta pemulihan lingkungan.

Salah satu fokus TJSL PTPN IV PalmCo adalah membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh serta Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Pada tahap tanggap darurat, perusahaan mengerahkan alat berat, termasuk ekskavator, untuk membantu proses evakuasi dan normalisasi wilayah terdampak.

Dukungan juga diberikan melalui penyediaan lahan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.

Di Hapesong, lahan disiapkan di lima titik. Dua titik telah siap dan ditempati warga, sedangkan tiga titik lainnya masih dalam proses pembangunan.

Sementara di Batang Toru, lahan disiapkan di satu titik dengan kapasitas 250 unit. Hingga kini, sebanyak 245 kepala keluarga telah menempati hunian tersebut.

Upaya pemulihan tidak hanya menyasar aspek fisik. PTPN IV PalmCo bersama Yayasan Pulih juga menjalankan program "Pondok Rangkul" atau Respon Aksi Nyata Gerakan Peduli.

Program tersebut memberikan pendampingan psikososial, trauma healing, serta dukungan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Pemulihan pascabencana harus berjalan beriringan dengan pemulihan psikologis masyarakat. Melalui Pondok Rangkul, kami berupaya hadir secara holistik untuk membantu warga kembali bangkit dari sisi mental dan psikososial," kata Jatmiko.

Di bidang kesehatan, percepatan penurunan prevalensi stunting menjadi salah satu perhatian PTPN IV PalmCo sejak penggabungan perusahaan pada 2023.

Intervensi dilakukan di sejumlah daerah, salah satunya Desa Sei Bamban, Sumatera Utara. Perusahaan juga berkolaborasi dengan sejumlah institusi vertikal melalui program Adhyaksa Peduli Stunting di Jambi dan Aceh.

Program tersebut antara lain berupa pemberian makanan tambahan (PMT). Pada semester I-2026, intervensi PMT telah menjangkau 597 anak dan 15 ibu hamil.

Pencegahan stunting juga dilakukan dengan memperbaiki kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Sepanjang paruh pertama 2026, perusahaan membantu memperbaiki sembilan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting, melaksanakan satu program bedah rumah, serta menyediakan fasilitas air bersih melalui pembangunan sumur bor di lingkungan pedesaan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga kondisi sanitasi dan lingkungan yang turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

Di sektor ekonomi, program TJSL diarahkan untuk memperkuat kemandirian pelaku UMKM dan kelompok usaha masyarakat.

Salah satu bentuk dukungan diberikan kepada kelompok perajin pandai besi. Pendampingan dilakukan mulai dari pengurusan legalitas koperasi, pengadaan mesin produksi dan alat pelindung diri, hingga pembiayaan studi banding untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Salah satu koperasi yang memperoleh pendampingan tersebut adalah Koperasi Melati Jaya Steel.

Selain itu, PTPN IV PalmCo turut mendukung operasional dan program inkubasi di sejumlah Rumah BUMN, antara lain di Medan, Pabatu, Batu Bara, dan Jambi.

Para pelaku usaha yang mengikuti program tersebut mendapatkan berbagai pelatihan, termasuk pemasaran digital dan pemanfaatan platform perdagangan elektronik.

"Untuk menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri dan merdeka secara ekonomi, pendekatannya harus dari hulu ke hilir. Kami memfasilitasi legalitasnya, memperbarui alat produksinya, dan membekali mereka dengan pengetahuan membaca pasar digital," ujar Jatmiko.

Komitmen terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari program TJSL PTPN IV PalmCo. Perusahaan terus meningkatkan kegiatan penanaman pohon untuk menjaga tutupan lahan dan sumber resapan air sekaligus mendukung peta jalan dekarbonisasi perusahaan.

Penanaman pohon produktif dan pohon peneduh dilakukan di berbagai wilayah operasional, termasuk dalam rangka memperingati Hari Bumi pada April 2026.

Jumlah pohon yang ditanam menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2024, sebanyak 8.750 pohon ditanam. Jumlah tersebut meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025.

Sementara hingga pertengahan 2026, jumlah pohon yang telah ditanam mencapai 50.305 pohon.

Dengan demikian, sepanjang 2024 hingga pertengahan 2026, total pohon yang telah ditanam PTPN IV PalmCo mencapai 76.555 pohon.

"Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon, adalah langkah konkret melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu," kata Jatmiko.

Selain program lingkungan, dana TJSL juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Alokasi tersebut mencakup pembangunan dan renovasi fasilitas ibadah, pengerasan dan pengaspalan jalan desa, perbaikan jembatan penghubung antardusun, serta pemenuhan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar dan menengah.

PTPN IV PalmCo menyatakan efektivitas seluruh program yang telah berjalan selama semester I-2026 akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program TJSL pada semester berikutnya.

Jatmiko mengatakan, posisi perusahaan yang banyak beroperasi di wilayah pedesaan membuat hubungan dengan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dari keberlanjutan usaha.

"Kami menyadari operasional PTPN IV PalmCo bersinggungan langsung dengan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, momentum kemerdekaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penegak hukum, lembaga sosial, dan masyarakat," ujarnya.

Melalui berbagai program tersebut, PTPN IV PalmCo berharap TJSL tidak berhenti sebagai bantuan sesaat. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Tags

Terkini

Terpopuler