PEKANBARU (RA) - Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, sebanyak 75 hotspot terdeteksi di Riau pada Selasa (18/8/2026).
Jumlah tersebut meningkat 23 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 52 hotspot.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir P, mengatakan hotspot tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Riau, dengan Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah yang paling banyak terdeteksi.
Pelalawan mencatat 38 hotspot. Selanjutnya Kabupaten Kampar sebanyak delapan titik, Rokan Hulu sembilan titik, Siak enam titik, Rokan Hilir empat titik, Kota Dumai empat titik, Kepulauan Meranti dua titik, Indragiri Hulu dua titik, serta Bengkalis dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.
Dengan 38 titik, Pelalawan menyumbang lebih dari separuh total hotspot yang terdeteksi di Riau.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera mencapai 602 titik. Bangka Belitung menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 172 titik, disusul Sumatera Selatan 165 titik dan Lampung 87 titik.
Sementara provinsi lainnya yakni Jambi 34 titik, Sumatera Utara 20 titik, Sumatera Barat 19 titik, Bengkulu 14 titik, Aceh 10 titik dan Kepulauan Riau enam titik.
Kenaikan hotspot di Riau menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca yang masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu munculnya titik api dan meluasnya karhutla.