KKN 155 UMRI Bekali Santri dengan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan

Ahad, 16 Agustus 2026 | 15:08:33 WIB
KKN 155 UMRI Bekali Santri dengan Kewirausahaan.

DURI (RA) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 155 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Seminar Santripreneur dan Pelatihan Literasi Keuangan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Nawawi Djamil, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Duri, Minggu (2/8/2026) lalu.

Kegiatan tersebut menyasar para santri dan santriwati sebagai upaya membekali mereka dengan pengetahuan dasar kewirausahaan sekaligus kemampuan mengelola keuangan sejak dini.

Seminar turut dihadiri pimpinan pondok pesantren beserta jajaran ustaz dan ustazah. Sekitar 100 santri dan santriwati mengikuti kegiatan yang menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Kelompok 155 UMRI tersebut.

Ketua Kelompok KKN 155 UMRI, Hafizorrahman, mengatakan kegiatan tersebut digagas untuk memperkenalkan konsep kewirausahaan yang dikemas dengan pendekatan dan nilai-nilai kehidupan pesantren.

"Selama ini istilah entrepreneur lebih sering kita dengar di lingkungan umum. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan konsep Santripreneur, di mana santri dan santriwati juga bisa menjadi pengusaha muda yang tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman yang mereka pelajari di pondok pesantren," ujar Hafizorrahman.

Menurutnya, kemampuan berwirausaha penting diperkenalkan kepada generasi muda sejak dini. Namun, keterampilan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.

Karena itu, materi literasi keuangan turut diberikan agar para santri memahami cara mengatur keuangan pribadi maupun keuangan usaha secara sehat dan terencana.

Seminar menghadirkan dua pemateri, yakni Yesy Maharani dan Suci Rahmadani Oktavia. Keduanya memberikan pemaparan mengenai dasar-dasar kewirausahaan berbasis pesantren serta pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan bagi generasi muda.

Materi yang diberikan diharapkan dapat membuka wawasan para santri bahwa dunia kewirausahaan dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan potensi diri dan membangun kemandirian ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang diajarkan di pesantren.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 155 UMRI, Satriardi, S.T., M.Eng., mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam merancang program yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat mendorong para santri untuk mulai mengembangkan ide usaha secara bertahap.

"Melalui program ini, kami berharap para santri dan santriwati Pondok Pesantren Muhammadiyah Nawawi Djamil dapat termotivasi untuk mulai merintis usaha sejak dini dengan tetap memperhatikan pengelolaan keuangan yang baik dan benar," ujarnya.

Tags

Terkini

Terpopuler