PEKANBARU (RA) - Harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir mengalami penurunan harga signifikan, dari yang biasanya Rp7.000 menjadi Rp1.800. Hal ini tentu menyebabkan terganggunya ekonomi masyarakat.
Anggota DPRD Riau Dapil Inhil, Andi Darma Taufik angkat suara terkait kondisi tersebut.
"Biasanya harga masih Rp7 ribu sekarang turun menjadi Rp1.800. mengganggu ekonomi masyarakat di Inhil," kata Andi Darma, Selasa (28/7/2026).
Menurut Andi Darma Taufik, masyarakat saat ini mengalami kesulitan sehingga harus ada perhatian pemerintah yang serius untuk kepentingan masyarakat Inhil.
"Kami meminta kepada pemerintah Provinsi Riau, pak Plt Gubernur mohon adanya kebijakan terhadap masyarakat Inhil yang saat ini Mengeluh," katanya.
Menurutnya, penyelamatan harga kelapa dianggap vital untuk menjaga daya beli serta menopang stabilitas ekonomi masyarakat di Indragiri Hilir.
Selain pemerintah, legislator ini juga meminta perusahaan korporasi pembeli kelapa untuk membuka diri dan bersinergi dalam menentukan penetapan harga yang adil. Sinergi ini dinilai penting agar harga beli di tingkat petani dapat seimbang dengan biaya operasional yang dikeluarkan selama produksi.
"Biaya produksi kelapa ini cukup tinggi juga. Makanya kita minta Pemprov Riau bersama-sama perusahaan yang membeli kelapa agar saling bersinergi, sehingga masyarakat tidak merasa khawatir," jelasnya.
Ia menyebutkan, selama ini para petani di Inhil berada pada posisi lemah karena tidak memiliki acuan dasar resmi untuk mempertahankan harga tawar.
Alhasil, masyarakat hanya bisa bersikap pasrah menerima fluktuasi harga yang ditetapkan sepihak oleh perusahaan, di mana penurunannya bisa terjadi berkala puluhan hingga ratusan rupiah dari hari ke hari.