GAPKI: Riset Sawit Harus Hampu Hadirkan Inovasi untuk Dorong Kemajuan Industri Sawit Berkelanjutan

Selasa, 21 Juli 2026 | 12:56:42 WIB
PERISAI 2026

JAKARTA (RA) – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa riset di sektor kelapa sawit harus mampu melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata industri, bukan sekadar menghasilkan publikasi ilmiah.

Komitmen tersebut disampaikan bersamaan dengan penandatanganan Komitmen Bersama antara Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan GAPKI dalam mendukung Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan melalui Kegiatan Beasiswa Kelapa Sawit.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha dalam mencetak SDM sawit yang unggul sekaligus mendorong lahirnya penelitian yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di sektor perkebunan kelapa sawit.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan, hasil penelitian harus mampu diterapkan di lapangan sehingga dapat memperkuat daya saing industri minyak sawit Indonesia yang berkelanjutan.

"Industri kelapa sawit membutuhkan riset yang mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi," ujar Eddy, Selasa (21/7/2026).

Salah satu tantangan yang menjadi perhatian, lanjutnya, adalah serangan jamur Ganoderma yang menyebabkan tanaman kelapa sawit mati. Menurut Eddy, persoalan tersebut kini mulai ditemukan bahkan pada tanaman hasil peremajaan generasi awal.

"Ganoderma menjadi contoh mengapa riset terapan sangat dibutuhkan. Kita memerlukan teknologi yang tidak hanya mampu mendeteksi lebih dini, tetapi juga menemukan cara pengendaliannya. Persoalan seperti ini sangat dirasakan perusahaan maupun petani sawit," katanya.

Eddy juga mendorong perguruan tinggi agar semakin memahami kebutuhan industri ketika menentukan tema penelitian. Dengan demikian, hasil riset mahasiswa maupun akademisi tidak berhenti sebagai karya ilmiah, melainkan dapat diimplementasikan untuk mendukung pengembangan sektor sawit nasional.

"Mahasiswa dan peneliti perlu melihat kebutuhan industri terlebih dahulu. Kalau memahami persoalan yang dihadapi di lapangan, maka riset yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata," ujarnya.

Dalam Nota Kesepahaman tersebut, GAPKI mengambil peran sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan industri dengan memfasilitasi kampus serta mahasiswa melalui perusahaan-perusahaan anggota GAPKI. Dukungan itu meliputi penyediaan tempat magang, penyusunan kurikulum, hingga pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL).

Sementara itu, berdasarkan data BPDP, sejak Program Grant Riset Sawit dimulai pada 2015 telah didukung sebanyak 466 kontrak penelitian yang melibatkan 109 lembaga penelitian, 1.873 peneliti, dan 383 mahasiswa. Program tersebut menghasilkan 395 publikasi ilmiah dan 84 paten.

Pada 2026, BPDP kembali menandatangani 56 kontrak riset baru, termasuk penelitian mengenai pengembangan kelapa nasional dan kesiapan implementasi program biodiesel B50. Ruang lingkup riset mencakup budidaya, bioenergi, oleokimia, biomaterial, lingkungan, sosial ekonomi, hingga teknologi informasi.

Di bidang pengembangan SDM, BPDP telah bekerja sama dengan 44 perguruan tinggi, memberikan beasiswa kepada 13.265 mahasiswa, serta melatih lebih dari 30 ribu petani dan pekebun untuk mempercepat adopsi inovasi di lapangan.

Tak hanya itu, lebih dari 100 hasil riset BPDP kini telah memasuki tahap komersialisasi, mulai dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan industri hingga melahirkan startup berbasis hasil penelitian.

Penandatanganan Komitmen Bersama tersebut berlangsung dalam rangkaian Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 yang digelar BPDP di Jakarta pada 20–21 Juli 2026. 

Mengusung tema "Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future", ajang ini menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, pertukaran pengetahuan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku industri guna mempercepat pemanfaatan hasil riset demi mewujudkan industri kelapa sawit Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.

 

Tags

Terkini

Terpopuler