Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Kenalkan Vertikultur, Solusi Berkebun di Lahan Sempit

Senin, 20 Juli 2026 | 18:25:50 WIB
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Kenalkan Vertikultur.

RIAU (RA) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau menggelar sosialisasi dan praktik budidaya vertikultur di Desa Ulu Pulau, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (18/7/2026) lalu.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang teknik bercocok tanam secara vertikal sebagai solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Program yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hendra Taufik, S.T., M.Sc. ini menggabungkan penyampaian materi dengan praktik langsung membuat media tanam menggunakan barang bekas. 

Melalui metode tersebut, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah agar lebih produktif, hemat biaya, dan ramah lingkungan.

Kepala Desa Ulu Pulau, Wan Azman, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang dinilai memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan sempit.

Salah seorang peserta, Norma Lasari, mengaku sebelumnya hanya mengetahui istilah vertikultur tanpa memahami cara penerapannya.

"Saya sudah pernah dengar, tetapi tidak terlalu paham apa itu vertikultur dan belum pernah mencobanya. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi mengerti bahwa lahan sempit pun bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Ini sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga, karena bisa memenuhi kebutuhan sayur keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran," ujarnya.

Menurut Norma, selama ini masyarakat Desa Ulu Pulau lebih banyak menanam langsung di lahan dengan jenis tanaman obat, sementara budidaya sayuran masih relatif terbatas.

Hal senada disampaikan Rini Erlia, perwakilan RT Damai. Ia mengatakan sebagian warga memang telah memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam, namun belum menerapkan sistem vertikultur secara optimal.

"Kalau menggunakan barang bekas memang sudah ada, misalnya wadah bekas mi instan atau polybag untuk cabai. Tetapi penerapan vertikultur seperti yang diperagakan mahasiswa Kukerta ini masih baru bagi kami. Insyaallah kami ingin mencoba dan membagikan ilmu ini kepada warga lainnya," katanya.

Sementara itu, pemateri kegiatan Yeni Ginting menjelaskan bahwa vertikultur merupakan metode bercocok tanam secara bertingkat yang efektif diterapkan pada lahan terbatas, seperti halaman, teras, maupun dinding rumah.

Menurutnya, sistem tersebut dapat memanfaatkan botol plastik bekas, pipa PVC, maupun bahan sederhana lainnya sehingga lebih hemat biaya sekaligus membantu mengurangi limbah.

"Kami berharap masyarakat menyadari bahwa keterbatasan lahan bukan lagi menjadi penghalang untuk bercocok tanam. Melalui vertikultur, kebutuhan sayuran keluarga dapat dipenuhi, pengeluaran rumah tangga berkurang, dan lingkungan menjadi lebih hijau serta asri," ujar Yeni.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memulai dari langkah sederhana.

"Gunakan saja botol bekas atau bahan sederhana lainnya dan tanam sayuran yang mudah dibudidayakan seperti kangkung, sawi, atau bayam. Setiap keberhasilan selalu diawali dari langkah kecil, yang terpenting adalah kemauan untuk mencoba dan konsisten merawat tanaman," pesannya.

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap kegiatan ini mampu mendorong masyarakat Desa Ulu Pulau memanfaatkan pekarangan rumah secara lebih optimal sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Program kerja ini dilaksanakan oleh Tim Kukerta Universitas Riau yang terdiri dari Usma Pramudita, Evi Manurung, Novcilia, Aidil Muttaqin, Ilham Ramadhan, Rahmadini, Yeni Ginting, Rahayu, Artika, Nur Aisyah, Alisha, dan Meilani.

Tags

Terkini

Terpopuler