BEM UHTP Sebut Insiden di Banggar DPRD Riau Coreng Marwah Lembaga

Jumat, 17 Juli 2026 | 12:22:00 WIB
Presiden Mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Syahradi Ramatul.

PEKANBARU (RA) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hang Tuah Pekanbaru mengecam keras insiden perkelahian dua kelompok pendukung anggota Dewan dari Partai Golkar yang terjadi saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau, Kamis (16/7/2026).

Insiden tersebut dinilai BEM UHTP telah mencoreng marwah lembaga legislatif dan melukai rasa keadilan publik di tengah masyarakat Riau.

Presiden Mahasiswa BEM UHTP, Syahradi Ramatul, menyebut kejadian itu sebagai ironi. Menurutnya, mahasiswa selalu diingatkan untuk menjaga ketertiban di ruang akademik.

Namun di ruang yang terhormat, gedung rakyat, justru mempertontonkan tindakan yang tidak mencerminkan moral dan etika.

"Ironi. Mahasiswa selalu diingatkan untuk menjaga ketertiban di ruang akademik. Namun di ruang yang terhormat, gedung rakyat, justru para anggota Dewan mempertontonkan tindakan yang tidak mencerminkan moral dan etika. Mereka mengatasnamakan rakyat, mewakili suara rakyat, namun mengabaikan integritas dan kehormatan lembaga," kata Syahradi, Kamis (16/7/2026).

Lebih lanjut, BEM UHTP menilai ruang Banggar DPRD seharusnya menjadi tempat rasional membahas anggaran untuk kepentingan rakyat. Bukan dijadikan arena untuk menunjukkan arogansi kelompok dan premanisme politik.

"Kami menyesalkan tindakan tersebut. Banggar adalah forum untuk membahas anggaran rakyat secara objektif dan profesional," ujarnya.

BEM UHTP menegaskan akan terus mengawal proses pembahasan di DPRD Riau. Syahradi menyatakan, jika lembaga legislatif gagal menjaga marwah dan kehormatannya, maka mahasiswa siap turun ke jalan sebagai bentuk kontrol sosial.

"Kami akan terus memantau. Jika DPRD tidak mampu menjaga marwahnya sebagai wakil rakyat, maka kami siap turun ke jalan," tegasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler