Buntut Kericuhan di DPRD Riau, Polisi Kumpulkan CCTV untuk Identifikasi Pelaku

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:31:22 WIB
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Rooy Noor.

PEKANBARU (RA) - Polda Riau mulai menyelidiki bentrokan antara kelompok Indra Gunawan Eet dan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan di Gedung DPRD Provinsi Riau, Kamis (16/7/2026).

Polisi kini mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV), untuk mengungkap kronologi dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau AKBP Rooy Noor mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polresta Pekanbaru. Petugas telah bergerak mengumpulkan bukti dari sekitar lokasi kejadian.

"Untuk sementara, pihak kami Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian," kata Rooy, Kamis.

Polisi masih mendalami penyebab dan motif di balik bentrokan tersebut. Kepolisian juga menunggu laporan resmi dari korban maupun pihak yang merasa dirugikan untuk proses hukum lebih lanjut.

"Tentunya pihak kepolisian dalam hal ini Polda Riau menunggu apabila ada laporan polisi dari korban atau pihak tertentu," ujarnya.

Dalam insiden tersebut, seorang petugas keamanan berinisial A dilaporkan mengalami luka di bagian kepala saat berusaha melerai bentrokan. Korban kemudian mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Kericuhan disebut berawal setelah situasi dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memanas. Rapat tersebut membahas LKPJ APBD Riau 2025.

Situasi disebut mulai memanas ketika anggota Banggar DPRD Riau, Indra Gunawan Eet, menyampaikan pandangan terkait dugaan pergeseran anggaran APBD Riau 2025 dan menyinggung keterlibatan unsur pimpinan DPRD.

Pernyataan tersebut mendapat reaksi dari Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan yang merasa pernyataan itu mengarah kepadanya.

Adu argumentasi kemudian terjadi. Keduanya terlibat perdebatan dengan nada tinggi hingga aksi saling menunjuk dan memukul meja. Situasi di dalam ruang rapat akhirnya dapat diredakan.

Namun, ketegangan disebut berlanjut di luar ruang rapat. Sekitar pukul 14.30 WIB, dua kelompok bertemu di lingkungan Gedung DPRD Riau hingga bentrokan fisik pecah.

Aksi saling pukul dilaporkan berlangsung sekitar 10 menit. Sejumlah benda di sekitar lokasi, termasuk asbak dan kursi, disebut sempat beterbangan saat kericuhan berlangsung.

Sejumlah anggota DPRD Riau kemudian berupaya meredakan situasi. Kedua kelompok diminta meninggalkan gedung untuk mencegah bentrokan meluas dan mengganggu aktivitas di lingkungan DPRD Riau.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Provinsi Riau Renaldi memastikan situasi telah kembali kondusif. Sekretariat DPRD Riau juga menyatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum dan mengevaluasi sistem pengamanan gedung.

Kini, polisi masih mengumpulkan dan memeriksa bukti-bukti untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh. Rekaman CCTV di sekitar lokasi akan menjadi salah satu bukti yang didalami untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

Tags

Terkini

Terpopuler