BMKG: Wilayah Selatan Indonesia Berpotensi Alami Dampak Terbesar El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:19:14 WIB
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.

JAKARTA (RA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino akan mulai berdampak pada periode Juli hingga September 2026. Menghadapi kondisi tersebut, BMKG meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi guna mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini untuk menekan risiko kekeringan, gangguan produksi pangan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penurunan kualitas udara, hingga potensi meningkatnya inflasi daerah.

"Hingga Juni ini sudah ada sejumlah wilayah yang memasuki musim kemarau. Fenomena El Nino akan lebih berpengaruh di wilayah selatan garis khatulistiwa, seperti NTT, NTB, Bali, pesisir Jawa, hingga Sumatera bagian selatan," ujar Teuku Faisal dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, wilayah yang diperkirakan mengalami dampak paling signifikan meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi, hingga Papua bagian selatan.

BMKG memprediksi curah hujan di kawasan tersebut akan berada di bawah kondisi normal selama Juli hingga Oktober 2026.

Teuku Faisal mengungkapkan hasil pemantauan BMKG menunjukkan El Nino telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98 persen. Kondisi ini berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan, terutama di wilayah selatan Indonesia saat puncak musim kemarau.

Ia menjelaskan El Nino merupakan fenomena iklim global yang terjadi secara berkala dan berbeda dengan musim kemarau yang merupakan siklus tahunan.

"El Nino diperkirakan berlangsung sekitar 9 hingga 12 bulan. Namun bukan berarti Indonesia mengalami musim kemarau selama periode tersebut. Yang harus diwaspadai adalah ketika El Nino terjadi bersamaan dengan musim kemarau karena dapat menyebabkan curah hujan jauh lebih rendah dari kondisi normal," jelasnya.

Karena itu, BMKG mengimbau seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan terkait meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan agar dampak El Nino terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin.

"Saya yakin dengan koordinasi lintas sektor yang kuat, bangsa Indonesia akan semakin tangguh dan siap menghadapi fenomena iklim ini," tutup Teuku Faisal.

Tags

Terkini

Terpopuler