Riau Jadi Lokasi Penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI, Plt Gubri Siap Dukung Data dan Informasi

Senin, 29 Juni 2026 | 19:38:00 WIB
Audiensi Pemprov Riau bersama Pasis Dikreg 55 Sesko TNI, Senin (29/6/2026).

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerima audiensi dari rombongan Pasis Dikreg 55 Sesko TNI, Senin (29/6/2026). Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Komandan Sesko TNI, Marsdya TNI Khairil Lubis.

Plt Gubri SF Hariyanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Riau sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kontingensi Komando Utama Operasi (Rentinkon Kotamaops) TNI.

"Kami merasa terhormat bahwa Provinsi Riau dapat menjadi bagian dari penyusunan Rentinkon Kotamaops TNI Pasis Dikreg 55 Sesko TNI. Pemprov Riau siap memberikan dukungan data, informasi, dan masukan yang dibutuhkan agar bermanfaat sebagai penyusunan rencana serta penguatan kesiapsiagaan kita," kata SF Hariyanto.

Dikatakannya, Riau merupakan posisi strategis, dikarenakan berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.

"Selain itu, wilayah ini memiliki kawasan pesisir yang luas, kawasan industri, perkebunan, jalur perdagangan, hingga berbagai objek vital nasional yang menjadi penopang perekonomian Indonesia, terutama di sektor energi," jelasnya.

Diungkapkan, sektor energi menjadi satu diantara kekuatan utama Provinsi Riau. Keberadaan Kilang Pertamina Dumai serta tingginya produksi minyak bumi menjadikan daerah ini sebagai salah satu penyangga utama ketahanan energi nasional.

"Di Riau terdapat Kilang Pertamina Dumai dengan kapasitas sekitar 170.000 barel per hari atau setara dengan 16,5 persen dari total pasokan energi nasional. Dari sisi produksi minyak, Riau juga menjadi salah satu tulang punggung energi nasional dengan produksi sekitar 180.000 barel per hari atau sekitar 24-30 persen dari total produksi minyak nasional," ungkapnya.

Selain energi, sektor perkebunan juga menjadi kekuatan besar Riau. Luas areal perkebunan kelapa sawit yang mencapai jutaan hektare serta tingginya produksi crude palm oil (CPO) menjadikan provinsi ini sebagai salah satu sentra perkebunan terbesar di Indonesia.

"Riau menjadi kekuatan besar di sektor perkebunan. Luas kelapa sawit di Riau mencapai 3,87 juta hektare atau sekitar 21,23 persen dari total luas kelapa sawit nasional. Produksi CPO Riau mencapai 9,4 juta ton atau 20,11 persen dari produksi CPO nasional. Riau juga menjadi salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 419.381 hektare," terangnya.

Meski demikian, berbagai potensi tersebut juga diiringi dengan tantangan yang semakin kompleks dan membutuhkan kesiapan seluruh pihak.

"Artinya, posisi Riau bukan hanya strategis secara geografis tetapi juga bagi energi, pangan, industri, investasi, dan kepentingan ekonomi nasional. Namun, potensi besar ini juga diikuti dengan tantangan besar," tuturnya.

Plt Gubernur SF Hariyanto mengatakan bahwa ancaman yang dihadapi Riau banyak juga terdapat di berbagai sektor. Mulai dari kebakaran hutan dan lahan, penertiban kawasan hutan, hingga peredaran narkotika internasional.

Dengan tantangan tersebut, Pemprov Riau terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, dunia usaha, serta masyarakat. Kolaborasi dinilai menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan yang bersifat lintas sektor.

"Pemerintah Provinsi Riau sejak awal membangun sinergi yang kuat bersama TNI, Polri, Kejaksaan, instansi vertikal, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat. Forkopimda selalu kompak kita duduk bersama mengambil keputusan bersama, dan bergerak bersama karena permasalahan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Harus lintas sektor, lintas kewenangan, dan lintas institusi," tegasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler