Dukung Dekarbonisasi, Astra Agro Resmikan Methane Capture di PT KTU Siak

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:55:25 WIB
PT Astra Agro Lestari Tbk meresmikan fasilitas methane capture di PT Kimia Tirta Utama, Kabupaten Siak, Riau.

SIAK (RA) - Komitmen industri kelapa sawit terhadap keberlanjutan lingkungan kembali diperkuat oleh PT Astra Agro Lestari Tbk melalui peresmian fasilitas methane capture di PT Kimia Tirta Utama (PT KTU), Kabupaten Siak, Riau, Selasa (23/6)/2026).

Fasilitas tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam mendukung target penurunan emisi nasional sekaligus mempercepat pencapaian target Net Zero Emission melalui pemanfaatan energi terbarukan dari limbah kelapa sawit.

Peresmian dilakukan oleh Boy Kelana Soebroto didampingi Boy Gemino Kalauserang, serta jajaran pimpinan dan manajemen Astra Agro.

Fasilitas methane capture tersebut mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) untuk menangkap gas metana yang sebelumnya berpotensi terlepas ke atmosfer.

Gas tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan untuk menunjang operasional pabrik.

Dengan kapasitas pengolahan sebesar 50 ton tandan buah segar (TBS) per jam, fasilitas methane capture PT KTU telah menghasilkan biogas mencapai 1,17 juta Nm³ hingga Mei 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1,11 juta Nm³ telah dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler pengganti cangkang sawit.

Pemanfaatan biogas tersebut berhasil menghemat penggunaan cangkang sawit hingga 2.564 ton atau setara 3,5 persen dari total TBS yang diolah sepanjang periode tersebut.

Tak hanya meningkatkan efisiensi energi, fasilitas ini juga memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan. Hingga Mei 2026, methane capture PT KTU telah berkontribusi menurunkan emisi sebesar 7.444 ton CO? ekuivalen dan diproyeksikan mencapai 28.649 ton CO? ekuivalen pada akhir tahun 2026.

Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Astra 2030 Sustainability Aspirations yang mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca serta peningkatan efisiensi energi di seluruh lini bisnis Grup Astra.

"Sebagai bagian dari bisnis agribisnis Astra, Astra Agro menunjukkan bagaimana inovasi dapat memberikan dampak nyata terhadap lingkungan sekaligus mendukung keberlangsungan bisnis. Fasilitas methane capture ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan operasional yang lebih ramah lingkungan," ujar Boy, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, fasilitas methane capture PT KTU menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam mendukung target penurunan emisi sebesar 30 persen pada tahun 2030 dan target Net Zero Scope 1 dan Scope 2 Astra pada tahun 2050.

Sementara itu, Chief Technical Officer PT Astra Agro Lestari Tbk, Widayanto, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari transformasi operasional perusahaan menuju industri perkebunan yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

"Peresmian methane capture PT KTU bukan sekadar peresmian fasilitas, tetapi merupakan tonggak strategis dalam roadmap penurunan emisi Astra Agro. Melalui pengelolaan biogas dari POME, kami mengubah potensi emisi menjadi sumber energi yang bermanfaat sekaligus menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan," kata Widayanto.

Fasilitas di PT KTU merupakan unit methane capture ketiga yang telah beroperasi di lingkungan Astra Agro.

Perusahaan menargetkan pembangunan hingga 10 fasilitas serupa secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengurangan emisi.

Melalui program tersebut, Astra Agro menargetkan pengurangan emisi hingga 357,66 ribu ton CO? ekuivalen pada tahun 2030 dari seluruh fasilitas methane capture yang akan dibangun.

Sepanjang tahun 2025, Astra Agro tercatat telah menurunkan emisi sebesar 439 ribu ton CO? ekuivalen atau 35,65 persen dibandingkan baseline tahun 2019.

Dari jumlah tersebut, kontribusi dua fasilitas methane capture yang telah lebih dulu beroperasi mencapai 70,4 ribu ton CO? ekuivalen.

Kehadiran fasilitas methane capture ketiga di PT KTU diharapkan semakin memperkuat kontribusi Astra Agro dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional sekaligus membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan melalui semangat 'Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia.'

Tags

Terkini

Terpopuler