PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar coffee morning bersama pimpinan dan Ketua Fraksi DPRD Riau, Senin (22/6/2026).
Agenda ini membahas sejumlah persoalan yang terjadi di Provinsi Riau beberapa waktu belakangan. Salah satunya, adanya isu pelayangan mosi tak percaya terhadap Sekretaris Dewan Renaldi oleh enam fraksi di DPRD Riau.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, persoalan tersebut hanyalah miskomunikasi.
"Mungkin miskomunikasi saja. Yang namanya manusia ada yang kurang dan ada juga lebih, tidak ada yang sempurna. Tapi kekurangan inilah yang sama-sama kita benahi," katanya.
Ia juga menginstruksikan Sekwan agar segera menyelesaikan administrasi yang berhubungan dengan kepentingan seluruh anggota DPRD Riau paling lambat dua pekan.
"Jika ada masalah administrasi tolong diselesaikan dan dicarikan jalan keluarnya. Ikuti aturan, segala persoalan akan kita carikan solusinya dan duduk bersama dengan pimpinan. Mana yang salah diperbaiki. Tidak ada yang tidak bisa kalau kita duduk bersama," pungkasnya.
Terhadap keluhan Anggota DPRD terkait pencairan, SF Hariyanto juga telah menginstruksikan kepada sekretaris dewan untuk menyegerakannya. Bahkan paling lama dalam waktu dua minggu ke depan sudah harus ada pencairan.
Untuk diketahui, dari keseluruhan fraksi yang ada di DPRD Riau, tercatat hanya Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tidak ikut serta dalam mosi penolakan ini.
Hal itu berkaitan dengan kinerja Sekwan Riau yang dinilai lambat dan tidak komunikatif.
Pasalnya, hingga kini anggota DPRD Riau sudah empat bulan tidak ada pencairan. Termasuk di dalamnya perjalanan dinas dan sosialisasi perda (Sosper).
Selain itu, anggota dewan juga mengeluhkan komunikasi Sekretaris Dewan (Sekwan) yang kurang baik. Sehingga membuat kegiatan di DPRD Riau berjalan lambat.