Polemik Antara Kabid Humas dengan Sejumlah Wartawan, Ketua PWI Riau: Bangun Komunikasi yang Baik

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:45:38 WIB
Ilustrasi istimewa.

PEKANBARU (RA) - Ketua Persatuan  Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau Raja Isyam Azwar angkat bicara terkait polemik hubungan antara sejumlah jurnalis posko Polda Riau dengan Kabid Humas Polda yang kurang baik, dan tidak harmonis. Penilaian terhadap Kabid Humas, yang disebut tidak komunikatif dan sulit dikonfirmasi, menurutnya patut disikapi serius.

Menurut Raja Isyam, tugas utama seorang pejabat kehumasan adalah membangun komunikasi yang baik serta menjaga hubungan harmonis dengan insan pers sebagai mitra strategis institusi.

Selama ini, diakui Raja Isyam, PWI secara institusi berkomunikasi baik dengan Kabid Humas. Karena itu, ia cukup terkejut dengan adanya fakta tentang mis komunikasi yang justru memicu ketegangan dan aksi  wartawan Posko Polda. 

"Kabid Humas itu jembatan komunikasi antara institusi kepolisian dengan media massa.  Hubungan kerja dengan rekan-rekan jurnalis harus terjaga baik," ujar Raja Isyam, Jumat (19/6/2026).

Ia menegaskan, hubungan yang sehat antara kepolisian dan media sangat penting karena keduanya memiliki kepentingan yang sama, yakni menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Menurutnya, apabila pejabat humas sulit dihubungi untuk kepentingan konfirmasi pemberitaan, maka hal itu justru berpotensi menghambat penyampaian informasi yang akurat kepada publik.

"Kalau Kabid Humas sulit dikonfirmasi, tentu proses kerja jurnalistik ikut terganggu. Padahal konfirmasi adalah bagian penting dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan," katanya.

Raja Isyam juga mengingatkan bahwa konflik dengan wartawan tidak akan memberikan keuntungan bagi institusi kepolisian. 

Sebaliknya, kondisi tersebut justru berpotensi merugikan citra Polda Riau di mata masyarakat.

"Yang dirugikan bukan wartawan semata, tetapi juga institusi Polda Riau sendiri. Komunikasi yang tersumbat hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan memperburuk hubungan kemitraan yang selama ini telah dibangun," tegasnya.

"Namun begitu, Bang Pandra tetap harus diberi kesempatan untuk menjelaskan mengenai persoalan ini," ujarnya.

Ia berharap polemik tersebut dapat segera diselesaikan secara bijaksana melalui dialog yang terbuka sehingga hubungan kemitraan antara Polda Riau dan insan pers tetap terjaga dengan baik.

"PWI Riau berharap semua pihak dapat kembali mengedepankan komunikasi yang profesional, saling menghargai, dan menjunjung tinggi etika dalam menjalankan tugas masing-masing. Wartawan adalah mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," pungkasnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat dikofirmasi Riauaktual.com mengatakan, dirinya hanya mengklarifikasi dengan pimpinan dari wartawan tersebut di bulan Februari 2026.

"Saat itu saya baru menjabat sebagai Kabid Humas, jadi mengklarifikasi apakah benar wartawan itu dari media tersebut. Saya juga sudah membuka ruang komunikasi bagi semua wartawan," ungkap Pandra.

Terkini

Terpopuler