UAS Sebut Abdul Wahid Gencar Ingatkan ASN Hindari Korupsi dan Pungli

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:11:45 WIB
Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan keterangan sebagai saksi.

PEKANBARU (RA) - Dalam sidang dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (18/6/2026), Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan keterangan sebagai saksi meringankan (a de charge).

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, UAS menilai Abdul Wahid memiliki komitmen terhadap pemberantasan korupsi sejak awal menjabat sebagai Gubernur Riau pada Februari 2025.

Saat ditanya mengenai apa yang dilihat, didengar, dan dialaminya terkait integritas Abdul Wahid serta semangat antikorupsi yang dimiliki terdakwa, UAS mengaku pernah menerima sejumlah pesan langsung dari Abdul Wahid.

"Beliau mengirimkan pesan, beliau tunjukkan screenshot ke saya tentang WA ke grup-grup supaya jangan ada pungli, jangan ada tindakan korupsi. Lalu kemudian beliau juga memecat orang yang melakukan pengutipan," ujar UAS di persidangan.

Menurut UAS, sikap tersebut menjadi salah satu alasan dirinya sejak awal mendukung Abdul Wahid untuk terjun ke dunia politik hingga akhirnya menjadi anggota DPR RI dan kemudian terpilih sebagai Gubernur Riau.

Ia mengaku memiliki keyakinan bahwa perubahan tidak hanya bisa dilakukan melalui ceramah agama, tetapi juga melalui kebijakan yang lahir dari kekuasaan dan kewenangan pemerintahan.

"Saya berpikiran tidak bisa merubah dakwah ini hanya dengan ceramah. Dakwah ini sangat efektif kalau diubah dengan kekuasaan, dengan tanda tangan, dengan perda, dengan pergub, dengan undang-undang. Maka saya mencari orang yang tepat, yang jujur, yang amanah yang bisa duduk. Itulah makanya saya memilih sahabat saya, Abdul Wahid," katanya.

Dalam persidangan, penasihat hukum juga menanyakan apakah UAS tetap mengawasi kinerja dan integritas Abdul Wahid setelah menjabat sebagai gubernur.

Menjawab pertanyaan tersebut, UAS mengaku tidak mungkin memantau aktivitas Abdul Wahid selama 24 jam. Namun, ia tetap berupaya mengikuti perkembangan dan menerima berbagai masukan dari masyarakat.

"Saya tidak bisa mengawasi beliau 24 jam, tapi saya selalu bertanya dan saya kalau ada masukan-masukan dari masyarakat, kalau terjadi sesuatu saya sampaikan," ujarnya.

UAS juga menjelaskan bahwa dirinya secara rutin membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami, termasuk dugaan penyimpangan yang dilakukan pejabat publik.

"Dan saya bukan ustaz yang tertutup. Setiap Rabu subuh saya membuka pengajian umum siapa pun bisa datang dan orang bisa menuliskan pertanyaan-pertanyaan langsung melalui kertas. Dan kalau ada tindakan kejahatan, korupsi, pengutipan uang, segala macam orang bisa melapor ke saya," katanya.

Menurut UAS, selama Abdul Wahid menjabat sebagai Gubernur Riau, tidak pernah ada laporan yang diterimanya terkait dugaan tindakan korupsi maupun penyalahgunaan jabatan yang dilakukan oleh Abdul Wahid.

"Dan selama beliau duduk jadi gubernur, tidak ada satu pun yang mengadukan keburukan, kejelekan, kejahatan beliau," ujarnya.

Tags

Terkini

Terpopuler