RIAUAKTUAL (RA) - Sinusitis masih sering dianggap sepele. Padahal kondisi ini bisa berdampak besar pada kualitas hidup, karena bisa menurunkan produktivitas sehari-hari, seperti membuat tubuh semakin drop, kepala terasa berat, sulit fokus karena brain fog, gampang burnout, dan emosi menjadi tidak stabil sehingga aktivitas harian terasa jauh lebih berat.
dr. Nessia Nurina Putri dari Mayapada Hospital Surabaya, sinusitis bukan sekadar flu biasa, tetapi peradangan pada rongga sinus yang menyebabkan sumbatan pada saluran hidung dan penumpukan lendir.
"Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman secara fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi mental dan emosional," ungkap dr. Nessia dikutip dari CNBC Indonesia.
Sinusitis bisa begitu memengaruhi kualitas hidup karena sinusitis mengganggu kualitas tidur di malam hari.
"Hidung tersumbat membuat pasien sulit bernapas dengan nyaman saat tidur. Akibatnya, tidur menjadi tidak nyenyak dan tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal," jelasnya.
Dia melanjutkan, kualitas tidur yang buruk akibat sinusitis dapat membuat pasien merasa kurang bertenaga, sulit berkonsentrasi, dan mengalami penurunan performa saat beraktivitas.
"Belum lagi keluhan nyeri pada area wajah, sakit kepala berulang, hingga penurunan indra penciuman yang dapat memengaruhi nafsu makan dan membuat tubuh terasa semakin lemah," pungkas dr. Nessia.
Akumulasi seluruh keluhan tersebut pada akhirnya memicu stres, mudah emosi, hingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Karena itu, sinusitis tidak boleh dianggap sepele dan harus mendapat penanganan yang tepat agar produktivitas serta kualitas hidup dapat kembali optimal.
Sementara itu Dokter Budi Sutikno dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, sinusitis dapat ditangani lebih awal dengan diagnosis yang tepat menggunakan teknologi endoskopi nasal. Teknologi ini membantu dokter melihat kondisi rongga sinus dengan lebih jelas untuk menemukan penyebab peradangan secara akurat.
"Setelah itu, sinusitis dapat ditangani dengan pengobatan untuk mengurangi peradangan, mengatasi infeksi, dan mengendalikan faktor pemicu seperti alergi. Namun, pada kasus sinusitis kronis atau sumbatan yang signifikan, diperlukan penanganan lebih lanjut dengan dukungan teknologi modern agar terapi yang diberikan lebih optimal," kata dia.
Oleh karena itu, pemeriksaan sinus dan penanganan yang tepat menjadi cara terbaik untuk mengembalikan kualitas hidup.