Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Hanya untuk Keluarga Miskin, Tak Boleh Ada Titipan

Ahad, 14 Juni 2026 | 15:38:28 WIB
Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, meninjau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru, Minggu (14/6/2026)

PEKANBARU (RA) - Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto diperuntukkan khusus bagi keluarga miskin dan rentan secara sosial ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat meninjau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dan nantinya mampu menampung lebih dari 1.000 siswa.

"Pada akhirnya setiap kabupaten dan kota akan memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Sekolah ini diperuntukkan bagi keluarga yang belum beruntung, keluarga tidak mampu, yang berada di desil satu dan desil dua," kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, program tersebut juga menyasar anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berpotensi putus sekolah agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

Gus Ipul menegaskan proses penerimaan siswa harus dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik titipan maupun pungutan dalam bentuk apa pun.

"Tidak boleh ada jual beli, tidak boleh ada bayar-membayar, tidak boleh ada titipan. Menteri tidak boleh titip, gubernur tidak boleh titip, bupati wali kota tidak boleh titip," tegasnya.

Ia menjelaskan, calon siswa yang dapat diterima adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria. Proses seleksi dilakukan melalui penjangkauan langsung oleh petugas kepada keluarga calon peserta didik.

"Nanti petugas akan menjangkau, berbicara dengan orang tua. Kalau orang tua setuju, baru ditetapkan kepala daerah dan diteruskan ke kami untuk ditetapkan resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari kepala sekolah, guru hingga tenaga kependidikan, untuk bekerja dengan penuh empati dan kasih sayang.

"Kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya harus bekerja dengan hati, di samping tetap menggunakan pedoman resmi yang sudah diberikan," katanya.

Ia mengaku senang melihat perkembangan para siswa selama 11 bulan mengikuti proses pembelajaran. Menurutnya, banyak perubahan positif yang mulai terlihat.

"Anak-anak sekarang lebih percaya diri, lebih disiplin, lebih sehat dan punya semangat lebih besar untuk mencapai cita-citanya," ungkapnya.

Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru yang telah mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Pemprov Riau telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di kawasan Pasir Putih untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.

"Tahun depan Insya Allah dibangun. Tanahnya dari daerah, sementara pembangunan gedungnya dari APBN," pungkasnya.

Terkini

Terpopuler