SIAK (RA) - Duka mendalam menyelimuti keluarga Kolet (32), warga Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Istri tercintanya, Santi (22), meninggal dunia setelah diterkam buaya saat sedang mencuci pakaian di tepi Sungai Metas, Kamis (11/6/2026) sore kemarin.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di pelantar depan bedeng kawasan Sungai Metas, Dusun Mungkal, Kampung Penyengat.
Saat itu korban tengah melakukan aktivitas mencuci seperti biasa di tepian sungai yang selama ini menjadi sumber air bagi warga sekitar.
Namun nahas, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam sungai dan langsung menerkam korban.
Serangan mendadak tersebut membuat warga sekitar panik dan berupaya melakukan pencarian.
Camat Sungai Apit, Tengku Muhtasar, membenarkan kejadian tragis tersebut. Ia mengatakan korban merupakan warga Gang Surya RT 01/RW 03 Dusun II Kampung Penyengat yang berasal dari komunitas Suku Akit Anak Rawa.
"Alhamdulillah korban sudah ditemukan tadi malam. Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia," ujar Tengku Muhtasar saat dikonfirmasi Riauaktual.com, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban sedang mencuci di pelantar yang berada tepat di tepi Sungai Metas ketika buaya muncul dan menyerangnya dari dalam air.
"Kejadiannya saat korban sedang mencuci di pelantar depan bedeng di tepi Sungai Metas. Saat bersamaan, buaya menerkam korban dari dalam sungai," jelasnya.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, terutama sang suami yang harus kehilangan pendamping hidupnya secara tragis.
Pemerintah Kecamatan Sungai Apit turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban.
Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Metas diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena kawasan tersebut diketahui merupakan habitat buaya.
"Kami turut berdukacita atas musibah yang menimpa keluarga korban. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan memperhatikan kondisi lingkungan demi keselamatan bersama," kata Tengku.
Diketahui, Sungai Metas selama ini menjadi sumber air sekaligus jalur aktivitas warga yang bekerja di kawasan perkebunan sagu.
Namun di sisi lain, kawasan tersebut juga dikenal sebagai habitat alami buaya yang kerap terlihat oleh masyarakat setempat.
Peristiwa ini menambah daftar kasus konflik manusia dan satwa liar di wilayah pesisir Kabupaten Siak.
"Masyarakat diharapkan lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada sore dan malam hari yang merupakan waktu aktif bagi predator tersebut," imbuhnya.