Anak Cucu Warga Belanda Kunjungi Kuansing di Riau, Telusuri Jejak Leluhur

Ahad, 17 Mei 2026 | 09:55:00 WIB
Sebanyak 29 turis asal Belanda mengunjungi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menelusuri jejak sejarah leluhur mereka yang pernah bekerja saat masa kolonial.

KUANSING (RA) - Sebanyak 29 turis asal Belanda mengunjungi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, untuk menelusuri jejak sejarah leluhur mereka yang pernah bekerja di wilayah tersebut pada masa kolonial.

Rombongan yang merupakan anak dan cucu warga Belanda itu berada di Kuansing selama dua hari, mulai Jumat (15/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026).

Mereka datang untuk melihat langsung sisa peninggalan rel kereta api Kuansing-Sijunjung serta lokasi pertambangan emas dan batu bara yang pernah menjadi tempat kerja leluhur mereka.

Diketahui, leluhur para turis tersebut pernah bekerja dalam pembangunan jalur kereta api dan sektor pertambangan di kawasan pedalaman Sumatera.

Namun kisah kelam juga menyelimuti perjalanan sejarah keluarga mereka. Saat Jepang masuk ke Indonesia, banyak pria Belanda yang mengalami kerja paksa hingga meninggal dunia dan tidak pernah kembali ke negaranya.

Sementara perempuan dan anak-anak saat itu ditahan di Bangkinang sebelum akhirnya dipulangkan ke Belanda.

Pada 2026 ini, sebagian anak dan cucu mereka kembali datang untuk menelusuri jejak sejarah keluarga yang pernah hidup di tengah hutan belantara Sumatera.

Direktur Destination Company Management Tigo Balai sekaligus pemandu wisata rombongan, Osvian Putra mengatakan selama berada di Kuansing, para turis mengunjungi sejumlah desa seperti Koto Baru, Logas, Lubuk Ambacang hingga Koto Kombu.

Saat berada di Desa Koto Kombu, rombongan disebut sangat terharu karena menemukan jalur yang bernama Sang Ratu Helmina, yang merupakan nama Ratu Belanda pada masa lalu.

"Mereka happy dan terharu sekali karena dapat melihat langsung lokasi leluhur mereka tinggal dan meninggal di masa lalu," kata Osvian, Minggu (17/5/2026).

Selain itu, para wisatawan Belanda juga mengaku senang karena rel kereta api dan terowongan peninggalan sejarah masih dipertahankan masyarakat hingga saat ini.

Menurut Osvian, rombongan berharap peninggalan sejarah tersebut terus dijaga dan tidak sampai rusak maupun hilang.

"Mereka berharap jangan sampai rusak apalagi hilang," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah dari Kuansing, rombongan melanjutkan perjalanan wisata sejarah ke Sawahlunto dan Sijunjung, Sumatera Barat.

Tags

Terkini

Terpopuler