Mengenal Tren Nonnamaxxing, Gaya Hidup Nenek-nenek Italia untuk Panjang Umur

Senin, 11 Mei 2026 | 06:00:16 WIB
Ilustrasi lansia.

RIAUAKTUAL (RA) - Istilah “nonnamaxxing” jadi tren di dunia maya, karena diyakini mampu memperpanjang usia hidup dan membuat hidup jadi jauh lebih bahagia.

Apakah itu nonnamaxxing dan bagaimana tutorial menjalani gaya hidup ala nenek-nenek Italia ini?

Jika dibedah istilahnya, nonnamaxxing terdiri atas dua kata, “nonna” dan “maxxing”. “Nonna” berarti nenek dalam bahasa Italia dan “maxxing” merujuk kepada upaya memaksimalkan sesuatu, dilansir dari Merriam-Webster Dictionary.

Jadi, nonnamaxxing bisa diartikan sebagai upaya untuk memaksimalkan gaya hidup sebagai “nonna” atau nenek. Dilansir dari Self, istilah ini lengkapnya menggambarkan gaya hidup sederhana ala nenek-nenek Italia yang dianggap lebih mindful, sehat, dan dekat dengan komunitas.

Tren ini ramai di TikTok dan media sosial lain lewat video-video yang menampilkan rutinitas khas para nenek Italia, mulai dari berjalan kaki ke pasar, menikmati kopi tanpa terburu-buru, sampai memasak makanan rumahan dengan bahan musiman.

Jurnalis kesehatan Nicole Karlis dalam artikel Self menuliskan, bahwa gaya hidup tersebut memang benar adanya di dunia nyata dan bukan cuma estetika internet saja.

Italia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi di Eropa dan memiliki banyak centenarian atau orang yang berusia di atas 100 tahun.

Menjalani hidup dengan bebas adalah bentuk berdamai dengan usia juga tidak terkekang rasa takut akan penuaan, sebab rasa takut ini membatasi banyak kesempatan dalam hidup.

Salah satu kebiasaan yang paling menonjol dari para nonna Italia adalah cara mereka memandang usia. Banyak perempuan lanjut usia di Italia tetap berpakaian rapi, aktif berjalan kaki, bahkan nyaman tampil apa adanya tanpa berusaha terlihat lebih muda.

Licia Fertz, nonna berusia 96 tahun yang berasal dari Viterbo, Italia, mengatakan kepada Self bahwa menerima usia sebagai bagian dari kehidupan merupakan bagian penting dari hidup yang panjang dan bahagia.

“Jangan pernah menganggap diri kamu tua. Kamu itu dilahirkan muda,” kata Licia.

Jalan kaki jadi rutinitas harian orang-orang di Italia. Rutinitas ini mudah untuk dijalani, sebab kondisi infrastruktur jalanan di Italia ramah pejalan kaki.

Daniel Lieberman, profesor Human Evolutionary Biology di Harvard University, mengatakan kepada Self bahwa kebiasaan yang kecil ini punya dampak besar terhadap kesehatan tubuh jangka panjang.

“Berjalan kaki adalah bentuk aktivitas fisik manusia yang paling mendasar dan ratusan penelitian membuktikan bahwa berjalan kaki membantu orang menua lebih lambat dan lebih sehat,” kata Daniel.

Salah satu ciri khas menjalani hidup ala nonna Italia adalah tidak terburu-buru dalam menjalani hidup. Menikmati setiap proses mengambil peran besar dalam gaya hidup ini.

Nicole Karlis dalam artikelnya menuliskan bahwa banyak nonne Italia menikmati kopi sambil duduk santai dan melihat orang berlalu-lalang tanpa sibuk membuka laptop atau menggulir media sosial.

Budaya ini sering dikaitkan dengan konsep dolce far niente atau nikmatnya tidak melakukan apa-apa.

Dikutip dari Self, seorang psikoterapis asal New York, Jonathan Alpert, mengatakan bahwa tren nonnamaxxing sebenarnya mencerminkan rasa lelah generasi muda terhadap hustle culture yang serba cepat.

“Daya tariknya adalah fantasi tentang hidup yang terasa membumi, hangat, dan tidak terburu-buru,” ungkap Jonathan.

Lalu, tutorial terakhir dari menjalani hidup ala nonna adalah menjalani hari-hari dengan kepedulian tinggi terhadap apa yang ada di sekitar, termasuk komunitas dan keluarga.

Dibandingkan generasi muda yang individualis, para nonna ini tidak segan untuk “ikut campur” jika diperlukan.

Melakukan hal-hal seperti aktif membantu mengasuh cucu, mengenal tetangga, juga rutin berinteraksi dengan komunitas adalah bentuk para nonna menunjukkan kepedulian.

Terkini

Terpopuler