PEKANBARU (RA) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru melakukan langkah strategis dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan pendataan dan penilaian individual terhadap objek pajak yang memiliki potensi penerimaan cukup besar.
Bapenda Kota Pekanbaru melakukan kegiatan pendataan dan penilaian individual terhadap objek pajak yang berada di lingkungan kantor dan gudang milik PT HKI serta PT WPK, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, yang turun bersama sejumlah tim penilai untuk melakukan verifikasi lapangan.
Kedatangan rombongan Bapenda disambut langsung oleh pihak manajemen perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan ke berbagai area yang menjadi bagian dari objek pajak guna memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi fisik bangunan dan lahan yang dimanfaatkan perusahaan.
Penilaian individual dilakukan dengan cara mencocokkan data administrasi yang dimiliki Bapenda dengan kondisi aktual di lapangan. Petugas melakukan pengecekan langsung terhadap bangunan, fasilitas pendukung, serta berbagai aset yang masuk dalam kategori objek pajak untuk memastikan seluruh data yang tercatat sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin yang dilaksanakan Bapenda dalam rangka memperkuat basis data perpajakan daerah sekaligus menggali potensi penerimaan baru dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan.
Menurutnya, verifikasi lapangan sangat penting dilakukan karena perkembangan suatu kawasan usaha dapat menyebabkan perubahan terhadap nilai objek pajak. Oleh sebab itu, pembaruan data harus dilakukan secara berkala agar informasi yang dimiliki pemerintah daerah tetap akurat dan relevan.
"Ini kegiatan rutin kita turun lapangan, kita mengejar potensi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)," kata Denny.
Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut tim tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga mengidentifikasi berbagai potensi pajak yang mungkin belum terdata secara optimal. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, petugas dapat memastikan apakah terdapat perubahan luas bangunan, penambahan fasilitas, atau pengembangan kawasan yang dapat memengaruhi nilai objek pajak.
Selain itu, tim juga melakukan penyesuaian terhadap data bangunan bernilai komersial yang berada di lingkungan perusahaan. Seluruh bangunan yang menjadi objek pajak diperiksa dan dicocokkan dengan data administrasi yang telah tercatat sebelumnya.
Menurut Denny, langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa penetapan pajak dilakukan berdasarkan kondisi riil yang ada di lapangan. Dengan demikian, sistem perpajakan dapat berjalan lebih adil dan objektif karena nilai pajak ditentukan berdasarkan data yang telah diverifikasi secara langsung.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penilaian individual merupakan salah satu instrumen penting dalam pengelolaan perpajakan daerah. Data yang diperoleh dari hasil verifikasi akan menjadi dasar dalam proses penetapan nilai pajak secara faktual sesuai kondisi terkini objek pajak yang bersangkutan.
"Dengan data yang valid dan terverifikasi, maka penetapan pajak dapat dilakukan secara lebih akurat sesuai kondisi sebenarnya," ujarnya.
Lebih lanjut, Denny menyebut bahwa pemutakhiran data objek pajak perlu dilakukan secara berkelanjutan mengingat perkembangan pembangunan dan aktivitas usaha di Kota Pekanbaru terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut membuat data perpajakan harus selalu diperbarui agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara data administrasi dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, keberadaan basis data yang akurat akan membantu pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan. Selain itu, data yang valid juga menjadi dasar dalam perencanaan kebijakan perpajakan yang lebih efektif dan berkeadilan.
Bapenda Kota Pekanbaru menilai sektor PBB masih memiliki potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu sumber penerimaan daerah. Oleh karena itu, berbagai kegiatan pendataan, penilaian individual, dan verifikasi lapangan akan terus dilakukan secara berkala di berbagai lokasi yang memiliki potensi pajak signifikan.
Dengan terciptanya basis data perpajakan yang lebih lengkap dan akurat, pemerintah daerah berharap seluruh potensi penerimaan dari sektor PBB dapat tergali secara maksimal. Hal ini dinilai penting untuk mendukung target penerimaan daerah sekaligus memperkuat kemampuan pemerintah dalam membiayai berbagai program pembangunan.
"Dalam rangka peningkatan PAD, tujuan semua yang kita lakukan ini untuk meningkatkan PAD," pungkas Denny.
Melalui kegiatan penilaian individual di PT HKI dan PT WPK ini, Bapenda Kota Pekanbaru berharap dapat memperkuat validitas data objek pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mengoptimalkan penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan. Peningkatan penerimaan tersebut nantinya akan menjadi salah satu sumber pendanaan bagi pembangunan dan pelayanan publik yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Pekanbaru.