Gelombang Pertama Tuntas, 4.422 JCH Asal Riau Telah Berangkat ke Arab Saudi

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:35:55 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU (RA) - Kloter BTH 12 jemaah haji Provinsi Riau dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz telah dilaksanakan, Selasa (5/5/2026) kemarin.

Keberangkatan 434 orang, terdiri dari jemaah haji, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), 1 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 4 petugas kloter tersebut menandakan gelombang pertama resmi berakhir.

Rombongan diberangkatkan menggunakan maskapai Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 5325 pada pukul 07.50 WIB dan dijadwalkan tiba di Madinah pukul 13.15 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon menjelaskan, dalam proses pemberangkatan, terdapat satu jemaah asal Kabupaten Rokan Hulu yang batal berangkat.

Selain itu, tiga jemaah dari Kabupaten Siak dan Rokan Hulu masih menjalani perawatan di Batam, didampingi oleh tiga orang pendamping.

"Pada kloter ini juga terjadi mutasi masuk, yakni satu jemaah dari Kloter BTH 03 asal Pekanbaru serta dua jemaah dari Kloter BTH 08 asal Rokan Hulu," katanya.

Defizon merinci, hingga 5 Mei 2026 sebanyak 4.422 jemaah dan petugas telah diberangkatkan melalui Bandara AMMA Madinah. Jumlah tersebut terdiri dari 4.357 jemaah haji, 20 PHD, 5 pembimbing KBIHU, dan 40 petugas haji.

Sementara itu, terdapat sejumlah jemaah yang mengalami penundaan atau batal berangkat, di antaranya 10 orang dirawat di Batam, 8 orang pendamping di Batam, 5 orang kembali ke daerah (3 sakit dan 2 pendamping), 2 orang sakit di daerah, 1 orang dalam kondisi hamil saat masuk embarkasi, serta 1 orang wafat di daerah.

Pihaknya mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga identitas, khususnya Kartu Nusuk yang menjadi dokumen penting selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

“Kartu Nusuk merupakan identitas wajib bagi seluruh jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Kartu ini menjadi akses utama untuk memasuki Makkah, Madinah, Masjidil Haram, hingga lokasi-lokasi suci lainnya,” jelasnya.

"Kartu Nusuk merupakan kartu pintar resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang memuat data profil jemaah, informasi medis, serta jadwal kegiatan ibadah. Tanpa kartu ini, jemaah tidak dapat mengakses berbagai fasilitas, termasuk di kawasan Armuzna,” pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler