PKS Harus Dekat Kebun, Pakar: Pabrik Tanpa Kebun Jadi Penyelamat Petani Sawit

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:18:57 WIB
Direktur Eksekutif PASPI, Dr Tungkot Sipayung

JAKARTA (RA) - Keberadaan pabrik kelapa sawit (PKS) yang dekat dengan kebun dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas tandan buah segar (TBS) sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Di tengah perdebatan soal PKS tanpa kebun, pakar justru menilai model ini menjadi solusi nyata bagi sawit rakyat.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute, Tungkot Sipayung, menegaskan bahwa karakter TBS yang mudah rusak membuat keberadaan PKS tidak bisa jauh dari sumber bahan baku.

"TBS itu mudah busuk, sehingga PKS harus dekat dengan kebun petani," ujarnya.

Tungkot menjelaskan, sebelum hadirnya PKS tanpa kebun, petani sawit swadaya kerap menghadapi persoalan serius. Banyak kebun rakyat berada jauh dari PKS inti milik perusahaan yang umumnya terletak di tengah area perkebunan mereka.

Kondisi ini membuat petani kesulitan memasarkan hasil panen. Jika dipaksakan dikirim ke PKS inti, kualitas TBS sering kali sudah menurun bahkan membusuk saat tiba di lokasi.

"Masalah ini dialami petani bertahun-tahun," katanya.

Kehadiran PKS tanpa kebun kemudian menjadi titik balik. Pabrik-pabrik ini muncul lebih dekat dengan kebun rakyat, sehingga memangkas jarak distribusi dan menekan biaya angkut.

Petani pun tidak lagi harus menjual TBS ke lokasi yang jauh. Selain lebih praktis, biaya logistik menjadi lebih murah dan berdampak langsung pada peningkatan keuntungan.

"Ini sangat menguntungkan petani karena biaya angkut lebih rendah," jelas Tungkot.

Tak hanya soal jarak, keberadaan PKS tanpa kebun juga menciptakan persaingan harga di tingkat pembelian TBS. Menurut Tungkot, kondisi ini mendorong harga TBS menjadi lebih baik bagi petani.

Ia menyebut, semakin banyak PKS yang beroperasi di wilayah pedesaan, maka struktur pasar akan semakin kompetitif dan efisien.

"Semakin banyak pembeli TBS di pedesaan, semakin baik. Yang diuntungkan adalah petani," tegasnya.

Dari hasil kajian PASPI, PKS tanpa kebun juga dinilai unggul dalam hal kecepatan pembayaran. Petani bisa menerima hasil penjualan lebih cepat dibandingkan pola sebelumnya.

Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga arus kas petani, terutama bagi mereka yang bergantung penuh pada hasil panen sawit.

"Pembayaran lebih cepat, ini juga jadi keuntungan bagi petani," ujarnya.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, Tungkot menegaskan bahwa PKS tanpa kebun bukan sekadar alternatif, melainkan solusi penting dalam rantai pasok sawit nasional.

Menurutnya, keberadaan pabrik yang dekat dengan petani tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat posisi tawar petani di pasar.

"PKS tanpa kebun bukan hanya menjanjikan, tapi menjadi solusi penting bagi sawit rakyat," tutupnya.

Tags

Terkini

Terpopuler