Satgas Saber Pangan Pekanbaru Sidak Gudang Distributor Minyakita

Kamis, 30 April 2026 | 17:39:03 WIB
Satgas Saber Pangan Pekanbaru melakukan pengecekan Minyakita di gudang distributor

PEKANBARU (RA) - Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Harga Pangan Kota Pekanbaru, melakukan inspeksi mendadak ke gudang distributor minyak goreng Minyakita di Pergudangan Avian di Jalan Siak II, Kamis (30/4/2026).

Ada tiga gudang Minyakita yang didatangi Satgas Saber Harga Pangan yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindag, DPM-PTSP, Inspektorat, Tipidter Polresta dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Sidak dipimpin oleh Staf Ahli Wali Kota Pekanbaru Bidang Perekonomian dan Pembangunan Abdul Jamal. Dari hasil sidak, tidak ditemukan adanya penimbunan Minyakita di tiga gudang tersebut.

Usai sidak, Abdul Jamal menyampaikan bahwa pengecekan yang dilakukan Satgas Saber Harga Pangan di tiga gudang Minyakita di Pergudangan Avian itu bertujuan untuk memastikan penyebab kelangkaan yang memicu naiknya harga minyak goreng bersubsidi tersebut di Kota Pekanbaru.

Yang mana saat ini harga minyak goreng Minyakita di pasaran dalam Kota Pekanbaru mencapai Rp20 ribu per liter. Jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Dikatakan Jamal, minyak goreng sebenarnya tidak langka di Pekanbaru, karena untuk merek lain tetap ada. Hanya saja, untuk Minyakita memang ada kenaikan harga.

"Sebab itulah, dalam rapat inflasi beberapa hari lalu, disepakati untuk menelusuri penyebab kenaikan harga tersebut," ungkapnya.

Menindaklanjuti kenaikan harga Minyakita, terang Jamal, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah menggelar pertemuan dengan sejumlah grup pabrikan seperti Wilmar Nabati dan Musim Mas.

"Dari pabrikan, disebutkan harga sesuai dengan ketentuan. Makanya kita turun melakukan pengecekan,'' ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru Dinal Husna menjelaskan, di Pekanbaru terdapat 8 distributor tingkat 2 Minyakita sesuai Aplikasi Simirah.

"Hari ini kita lakukan pengecekan dengan mengambil sampel dua distributor saja,'' ujarnya.

Di dua distributor yang disidak, sebut Dinal, diketahui memang stok Minyakita sedang kosong. Para distributor mengaku belum mendapatkan alokasi dari Wilmar, karena memang produsen minyak goreng ini sedang fokus untuk memenuhi kebututuhan penyaluran bantuan pangan.

Wilmar sendiri sebelumnya memang sempat mengkonfirmasi kalau saat ini mereka fokus mengalokasikan Minyakita untuk Kebutuhan Perum Bulog. Bahkan untuk bulan April ini, Wilmar mengaku mengalokasikan 100 persen produksinya untuk Bulog. 

Dengan kondisi kekosongan di tingkat distributor saat ini, pemerintah kota bakal menyurati Kementerian Perdagangan dan pihak terkait lainnya untuk memastikan distribusi di tingkat masyarakat tidak sampai terganggu.

"Jadi, kita akan surati kementerian terkait melalui Disperindag, supaya untuk di Kota Pekanbaru ditambah alokasi Minyakita,'' jelas Dinal.

Dia juga mengajak para pengecer untuk mematuhi ketentuan yang berlaku oleh pemerintah, dimana harga eceran tertinggi untuk Minyakita adalah Rp15.700 per liter.

''Jadi imbauan kita, walaupun pedagang dapatnya sedikit, tetaplah menjual sesuai dengan HET,'' tutup Dinal.

Satgas Saber harga pangan sendiri rencananya tidak berhenti hingga ke tingkat distributor. Pihaknya juga akan turun melakukan pengecekan hingga ke toko-toko pengecer untuk memastikan kepatuhan dalam penjualan Minyakita sesuai dengan regulasi yang sudah ditentukan pemerintah.

Terkini

Terpopuler