Kasus ke-38 di Dunia, RSUD Arifin Achmad Tangani Pasien Haid Lewat Saluran Urin

Jumat, 24 April 2026 | 09:05:07 WIB
Penanganan kasus medis langka di RSUD Arifin Achmad

PEKANBARU (RA) - Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad kembali menunjukkan eksistensinya. Kali ini, melalui penanganan medis kasus langka pada pasien perempuan berusia 27 tahun.

Pasien tersebut mengalami menstruasi atau mengeluarkan darah haid melalui saluran urin. Sehingga, urinnya berwarna kemerahan.

Kasus ini tergolong sangat langka. Berdasarkan laporan ilmiah, baru sekitar 37 kasus serupa yang pernah dilaporkan di dunia, sehingga jika dipublikasikan, kasus ini berpotensi menjadi salah satu tambahan penting dalam literatur medis global.

Kasus ini ditangani oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dr Muhammad Adan Yashar dari Divisi Urologi dan dr Edy Fakhrizal dari Divisi Uroginekologi Rekonstruksi Estetika.

Menurut dr Edy Fakhrizal, pasien belum pernah mengalami haid melalui vagina sejak lahir. Namun, setiap bulan pasien mengalami kencing yang disertai darah selama beberapa hari, menyerupai siklus menstruasi.

"Dalam dunia kedokteran, kondisi ini dikenal sebagai menouria, yaitu keadaan di mana terdapat hubungan abnormal antara rahim dan kandung kemih, serta tidak terbentuknya vagina secara sempurna sejak dalam kandungan (kelainan bawaan)," kata dr Edy Fakhrizal.

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, USG, dan MRI, ditemukan bahwa pasien memang tidak memiliki vagina dan salurannya. Oleh karena itu, diputuskan untuk melakukan operasi rekonstruksi secara kolaboratif.

Tim juga melibatkan dr Parsaoran Nababan dari Pontianak yang berpengalaman dalam menangani kasus serupa.

Dalam operasi tersebut, Tim Urologi (dr Adan dan dr Parsaoran) bertugas memisahkan rahim dari kandung kemih serta memperbaiki jalur saluran kemih agar fungsi berkemih kembali normal.

Kemudian Tim Uroginekologi (dr Edy Fakhrizal) melakukan rekonstruksi rahim, membentuk vagina baru, serta membuat jalur yang memungkinkan menstruasi berlangsung secara normal.

Selanjutnya, Tim anestesi dipimpin dr Sony memastikan keamanan selama tindakan operasi.

Selain kelainan bawaan, pasien juga memiliki riwayat trauma pada saluran kemih akibat kecelakaan sebelumnya, yang menyebabkan gangguan tambahan pada uretra dan kandung kemih. Hal ini turut mempersulit kondisi pasien.

"Pada tahap operasi pertama ini, fokus utama adalah rekonstruksi vagina dan jalurnya. Alhamdulillah, operasi berjalan dengan baik dan saat ini pasien dapat mengalami haid secara normal. Bahkan, ke depannya pasien diharapkan dapat menjalani kehidupan berumah tangga secara normal, termasuk kemungkinan untuk hamil setelah proses pemulihan selesai," katanya.

Operasi lanjutan direncanakan untuk menyempurnakan perbaikan saluran kemih agar fungsi berkemih menjadi optimal.

Tim dokter juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa gangguan menstruasi yang tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan. Segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat ditangani sejak dini dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau saat ini didukung oleh tenaga medis dan fasilitas yang memadai untuk menangani berbagai kasus kompleks, termasuk gangguan pada organ reproduksi wanita.

Tags

Terkini

Terpopuler