PEKANBARU (RA) – PSPS Pekanbaru tampil perkasa saat menjamu Persekat Tegal dengan kemenangan meyakinkan 4-2 di Stadion Kaharuddin Nasution, Ahad (19/4/2026). Penyerang andalan, Antonio Gamaroni, menjadi bintang lapangan setelah mencetak hattrick ke gawang tim tamu.
Sejak awal pertandingan, PSPS langsung menunjukkan permainan agresif. Hasilnya, gol pembuka tercipta pada menit ke-18 melalui Asir Asiz yang sukses memanfaatkan peluang di depan gawang. Keunggulan tuan rumah sempat terancam setelah Persekat menyamakan kedudukan lewat Sylvain Justin pada menit ke-27.
Namun, PSPS kembali unggul hanya tiga menit berselang. Antonio Gamaroni mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-30, sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 untuk tim berjuluk Askar Bertuah.
Memasuki babak kedua, dominasi PSPS semakin terlihat. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke lini pertahanan Persekat.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-52, saat Gamaroni kembali mencetak gol usai menerima umpan cut back dari Douglas Cruz. Skor berubah menjadi 3-1.
Tak berhenti di situ, Gamaroni melengkapi hattrick-nya pada menit ke-56. Memanfaatkan umpan silang Rafly Selang, ia sukses menyundul bola ke gawang Persekat dan memperlebar keunggulan PSPS menjadi 4-1.
Persekat sempat memberikan perlawanan dengan memperkecil ketertinggalan pada menit ke-58. Sylvain Justin kembali mencetak gol melalui sundulan, memanfaatkan umpan crossing dari Pedro Serra Matos. Skor pun berubah menjadi 4-2.
Meski tertinggal dua gol, Persekat terus mencoba menekan. Di sisi lain, PSPS juga tidak mengendurkan serangan. Pada menit ke-84, Asir Asiz hampir menambah keunggulan, namun tembakannya berhasil digagalkan lini pertahanan Persekat.
Hingga waktu normal 90 menit berakhir, skor tidak berubah. Dalam tambahan waktu tujuh menit, PSPS tetap mendominasi permainan, sementara Persekat berusaha keluar dari tekanan.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-2 tetap bertahan untuk kemenangan PSPS Pekanbaru. Hasil ini menjadi modal penting bagi Askar Bertuah dalam menjaga tren positif di kompetisi dan menjauh dari zona playoff degradasi.