PEKANBARU (RA) - Festival Lampu Colok di Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, berlangsung meriah pada Minggu (15/3/2026) malam. Ratusan lampu colok menghiasi kawasan Kelurahan Tangkerang Labuai.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan festival ini menjadi yang pertama digelar di Kota Pekanbaru.
“Alhamdulillah Festival Lampu Colok di Kecamatan Bukit Raya sudah bergulir, ini pertama di Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Ia mengapresiasi antusiasme warga yang telah memprakarsai kegiatan tersebut sebagai upaya melestarikan budaya Melayu, khususnya di bulan Ramadan.
“Kami mengapresiasi warga yang sudah memprakarsai festival ini,” tambahnya.
Festival Lampu Colok ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bertujuan memperkuat syiar Islam, terutama dalam menyambut malam Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Menurut Markarius, tradisi lampu colok dulunya digunakan sebagai penerangan di perkampungan sebelum adanya listrik.
“Dulu lampu colok ini di perkampungan untuk penerangan sebelum ada lampu listrik,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengisi sepuluh malam terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah, termasuk itikaf di masjid.
Ke depan, festival serupa direncanakan akan digelar di seluruh kecamatan di Pekanbaru agar semarak Ramadan dapat dirasakan lebih luas.
“Festival ini bukan berpusat di satu kecamatan saja, tapi seluruh kecamatan, supaya syiarnya terasa,” katanya.
Sementara itu, Camat Bukit Raya, Tengku Ardi Dwisasti, menilai antusiasme warga sangat tinggi dalam menyukseskan festival tersebut.
“Festival ini jadi semangat kami untuk melestarikan budaya Melayu di Pekanbaru,” tuturnya.