KAMPAR (RA) - Luapan Sungai Subayang merendam permukiman warga di Desa Aur Kuning, Kabupaten Kampar, Rabu (1/4/2026). Banjir yang datang tiba-tiba membuat aktivitas masyarakat lumpuh total.
Sekretaris Desa Aur Kuning, Pori Santoso, mengatakan air mulai naik usai salat subuh sekitar pukul 05.00 WIB.
"Tanpa disangka, dalam waktu singkat air sudah masuk ke rumah warga," ujarnya.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter dan merendam sejumlah rumah serta akses jalan desa. Akibatnya, warga tidak bisa beraktivitas, termasuk keluar rumah.
"Masyarakat sangat terdampak karena tidak bisa beraktivitas di luar rumah," katanya.
Hingga saat ini, belum ada bantuan maupun evakuasi dari pihak terkait. Warga masih bertahan di rumah masing-masing di tengah kondisi banjir yang diperparah hujan yang masih turun sejak pagi.
Menurut Pori, banjir kali ini tergolong tidak biasa karena sebelumnya luapan sungai tidak pernah sampai masuk ke permukiman warga.
"Banjir seperti ini jarang terjadi. Tahun-tahun sebelumnya tidak sampai ke rumah warga," jelasnya.
Warga berharap ada penanganan cepat dari pemerintah, terutama bantuan kebutuhan pokok karena mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Mohon penanganan secepatnya. Saat ini masih banjir dan hujan juga masih turun," harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, banjir masih merendam Desa Aur Kuning dan aktivitas masyarakat belum kembali normal.