PEKANBARU (RA) – Arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru tercatat mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Selama periode angkutan Lebaran, jumlah penumpang yang dilayani mencapai lebih dari 139 ribu orang, dengan total pergerakan penerbangan sebanyak 930 flight.
Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan bahwa peningkatan trafik terjadi baik pada masa mudik maupun arus balik, terutama setelah hari raya ketika masyarakat mulai kembali ke daerah perantauan.
"Secara umum trafik penumpang pada angkutan Lebaran tahun 2026 menunjukkan tren positif. Peningkatan terlihat pada beberapa hari puncak, khususnya saat arus balik setelah Lebaran," kata Achmad, Rabu (25/3/2026).
Pada periode H-8 hingga H-1 Lebaran, jumlah penumpang sempat berfluktuasi. Lonjakan terjadi pada H-7 dengan 12.615 penumpang dan H-6 sebanyak 12.280 penumpang. Namun menjelang hari raya, jumlah penumpang sedikit menurun, termasuk pada H-1 yang tercatat 9.789 penumpang.
Setelah Lebaran, arus balik mulai meningkat. Pada hari kedua Lebaran tercatat 10.415 penumpang, kemudian naik signifikan pada H+1 menjadi 11.799 penumpang, dan kembali melonjak pada H+2 dengan 13.457 penumpang, yang menjadi salah satu angka tertinggi selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
Menurut Achmad, kenaikan pada arus balik dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota-kota tujuan kerja setelah libur panjang. Selain itu, maskapai juga menambah frekuensi penerbangan untuk mengakomodasi tingginya permintaan.
"Pada masa arus balik, jumlah flight juga meningkat karena adanya tambahan penerbangan dari maskapai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang," jelasnya.
Secara keseluruhan, selama periode angkutan Lebaran 2026, Bandara SSK II Pekanbaru melayani 139.343 penumpang dengan 930 pergerakan pesawat. Jumlah ini meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 130.133 penumpang dan 840 pergerakan pesawat.
Dengan demikian, terjadi pertumbuhan sebesar 7,1 persen untuk jumlah penumpang dan 10,7 persen untuk jumlah penerbangan dibandingkan tahun lalu. Achmad menilai peningkatan ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara serta membaiknya mobilitas pascalibur panjang Lebaran.
"Secara total terjadi kenaikan baik dari sisi penumpang maupun penerbangan dibanding tahun 2025. Ini menjadi indikator bahwa pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini cukup tinggi dan operasional bandara berjalan lancar," tutup Achmad.