Ketum PW SEMMI Desak Polda Riau Ungkap Aktor Dugaan Hoaks Layanan 110

Dan
Selasa, 24 Februari 2026 | 16:20:26 WIB
Ketua Umum PW Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Riau, Ihkram Mulya.

PEKANBARU (RA) - Ketua Umum PW Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Riau, Ihkram Mulya, mendesak Polda Riau mengungkap secara transparan pihak yang diduga berada di balik penyebaran informasi tidak akurat terkait layanan Call Center 110 dan kasus dugaan tabrak lari di Jalan Kubang Raya, Kecamatan Tuah Karya, Kota Pekanbaru.

Desakan tersebut disampaikan menyusul beredarnya pemberitaan yang memuat keluhan keluarga korban.

Dalam narasi yang beredar, layanan 110 disebut tidak memberikan respons saat dihubungi dan laporan awal di kepolisian disebut tidak diterima.

Informasi itu sempat memicu perhatian publik dan membentuk persepsi negatif terhadap pelayanan darurat kepolisian.

Namun berdasarkan klarifikasi resmi pihak kepolisian, laporan polisi telah dibuat setelah seluruh persyaratan administrasi dipenuhi.

Selain itu, hasil pengecekan internal terhadap log panggilan Call Center 110 disebut tidak menemukan adanya panggilan masuk pada waktu yang dimaksud dalam pemberitaan.

Ihkram menegaskan, apabila terdapat narasi yang tidak sesuai fakta atau mengandung unsur hoaks, maka hal tersebut harus diusut secara profesional dan terbuka.

“Apabila terbukti terdapat informasi yang tidak benar dan berpotensi menggiring opini publik, kami meminta aparat penegak hukum untuk mengungkap secara jelas siapa pihak yang bertanggung jawab. Penegakan hukum harus berjalan adil, transparan, dan tanpa tebang pilih,” ujar Ihkram, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat berdampak luas.

Selain merugikan institusi pelayanan publik, hal tersebut juga berpotensi menimbulkan keresahan serta menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Di sisi lain, SEMMI Riau juga mendorong kepolisian untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem layanan Call Center 110 agar semakin responsif dan akuntabel.

Ihkram menilai transparansi berbasis data menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.

Klarifikasi yang terbuka dan faktual dinilai penting untuk mencegah berkembangnya spekulasi serta memastikan setiap persoalan ditangani secara objektif dan proporsional.

"SEMMI Riau berkomitmen mengawal isu pelayanan publik dan penegakan hukum secara konstruktif demi terwujudnya institusi yang profesional dan berintegritas," ungkapnya.

Terkini

Terpopuler