BPBD Damkar Catat Luasan Karhutla di Riau Capai 1.041 Hektare

Ahad, 22 Februari 2026 | 19:34:04 WIB
Kabid Kedaruratan BPBD Damkar Riau Jim Gafur

RIAU (RA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, hingga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupatenkota di Riau yang terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur menyebutkan hingga kini total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha). 

"Hampir seluruh daerah di Riau terjadi Karhutla. Sudah 11 daerah, kecuali Kabupaten Rokan Hulu. Dengan total luasan mencapai 1.041,74 Hektare," kata Jim Gafur.

Dirincikannya, kawasan paling banyak terbakar berada di Kabupaten Pelalawan dengan 612,30 Ha. Disusul Bengkalis dengan 201,01 Ha, Inhil dengan 64,70 Ha dan Siak 63,53 Ha.

"Setelahnya di Kota Dumai dengan 30,52 Ha, Kampar 29,50 Ha, Kota Pekanbaru 14,08 Ha, Meranti 13,40 Ha, Rohil 10 Ha, Kuansing 1,50 Ha dan Inhu 1,20 Ha," ungkapnya.

Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 1.849 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 128

Namun, saat ini Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan dilokasi. 

“Laporan dari masing-masing daerah Karhutla diwilayah sudah bisa ditangani. Hujan juga terjadi cukup rata di Riau beberapa hari terakhir ini ,” sebutnya. 

Dalam upaya penanganan Karhutla, disebutkan Jim saat ini sudah banyak unsur yang terlibat. Mulai dari BPBD Kabupaten/Kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan juga pihak-pihak perusahaan.

“Apalagi saat ini Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Diharapkan penanganan Karhutla di Riau dapat lebih maksimal lagi,” harapnya. 

Sementara itu, untuk Pelaksanaan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau terus dilaksanakan. OMC masih dilaksanakan di daerah pesisir yakni Kabupaten Siak, Indragiri Hilir dan Bengkalis. “OMC dilakukan di wilayah pesisir Riau. Total sudah 7 ton garam (NaCl) disemai,” pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler