Sudah 5 Ton Garam Disemai Guna Pencegahan Karhutla di Riau

Jumat, 20 Februari 2026 | 19:24:37 WIB
Ilustrasi

RIAU (RA) - Sebagai bentuk upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus digencarkan.

Hingga saat ini total lima ton garam (NaCl) telah disemai melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak dimulai pada Senin lalu.

Langkah ini dilakukan untuk memicu hujan buatan di wilayah yang dinilai rawan dan memiliki potensi awan hujan. 

Kabid Kedaruratan BPBD Damkar Jim Gafur menjelaskan penyemaian dilakukan secara bertahap sesuai potensi awan yang terpantau.

“Sejak Senin lalu total sudah lima ton garam yang disemai. Hari ini kita laksanakan dengan satu kali penerbangan atau sortie penyemaian awan di Teluk Meranti,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Operasi modifikasi cuaca ini menggunakan pesawat BNPB jenis Cessna Grand Caravan 208B dengan nomor registrasi PK-AKR. Pesawat tersebut dikerahkan untuk menyemai bahan semai pada awan potensial hujan di wilayah target.

Menurut Jim, OMC tidak hanya bertujuan membantu memadamkan titik api, tetapi juga membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar kembali. Langkah ini dinilai penting di tengah kecenderungan penurunan curah hujan berdasarkan prakiraan BMKG.

Operasi ini direncanakan berlangsung selama satu pekan, dengan total ketersediaan bahan semai sekitar 8.500 kilogram.

"Diharapkan, melalui OMC dan upaya pemadaman di lapangan, potensi meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan sedini mungkin," katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Riau, total luasan lahan terbakar di Riau telah mencapai 417,94 hektare yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota.

Wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar berada di Kabupaten Bengkalis dengan 196,01 hektare. Disusul Kabupaten Indragiri Hilir 59,70 hektare, Kabupaten Pelalawan 47,50 hektare, serta Kota Dumai 29,52 hektare.

Selain itu, kebakaran juga tercatat di Kabupaten Kampar seluas 29,50 hektare, Kabupaten Siak 20,53 hektare, dan Kota Pekanbaru 14,08 hektare. Di Kabupaten Rokan Hilir terdapat 10 hektare lahan terbakar, serta Kabupaten Kepulauan Meranti 8,40 hektare.

Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat karhutla tingkat provinsi sejak 13 Februari hingga 30 November 2026. 

Tags

Terkini

Terpopuler