Petang Megang Semarak di Tepian Sungai Siak, Ratusan Warga Sambut Ramadan

Rabu, 18 Februari 2026 | 19:39:00 WIB
Petang Megang Semarak di Tepian Sungai Siak.

SIAK (RA) - Pemerintah Kabupaten Siak menggelar tradisi Petang Megang atau Petang Belimau di tepian Sungai Siak, Rabu (18/2/2026) sore. 

Ratusan masyarakat tampak memadati kawasan tersebut untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Nuansa adat Melayu begitu terasa melalui busana tradisional, iringan kesenian, serta prosesi mandi air pecung yang menjadi simbol utama dalam tradisi turun-temurun masyarakat Melayu Riau itu.

Tradisi ini dipimpin langsung oleh Bupati Siak, Afni Z, dan berlangsung meriah penuh kebersamaan.

Petang Megang sendiri merupakan ungkapan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan Ramadan. 

Kata “petang” berarti sore, sedangkan “megang” bermakna memulai atau memegang simbol persiapan diri menyongsong ibadah puasa.

Ritual mandi air pecung menjadi inti kegiatan, melambangkan penyucian diri lahir dan batin sebelum memasuki bulan penuh berkah.

"Siak adalah pusat adat Melayu. Tradisi Petang Megang ini harus terus kita jaga dan lestarikan, bukan hanya sebatas nama, tetapi benar-benar kita laksanakan. Insyaallah akan kita agendakan setiap tahun agar diwariskan turun-temurun," tegas Afni Z dalam sambutannya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

"Walaupun sederhana, kami berharap seluruh masyarakat senang sehingga suasana menyambut Ramadan semakin kita syukuri," ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Siak Syamsurizal, tokoh adat Melayu Siak Wan Said, perwakilan Dewan Kesenian Siak, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Suasana semakin semarak saat Bupati dan Wakil Bupati berbaur bersama masyarakat menikmati percikan air pecung. 

Tawa anak-anak dan keceriaan warga menghangatkan sore di tepian Sungai Siak, menandai semangat kebersamaan menyambut Ramadan.

Tags

Terkini

Terpopuler