10 Hektare Lahan di Rupat Terbakar, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla

Ahad, 15 Februari 2026 | 07:12:00 WIB
Kapolsek Rupat, AKP Faisal bersama tim gabungan lakukan pendinginan.

BENGKALIS (RA) - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Api melalap lahan seluas kurang lebih 10 hektare di Jalan Parit Jawa RT 004 RW 002, Dusun Sungai Mesim 2, Desa Sukarjo Mesim, Rabu (11/2/2026).

Mendapat informasi adanya titik api, jajaran Polsek Rupat langsung bergerak cepat.

Kapolsek Rupat, AKP Faisal bersama personel turun langsung ke lokasi dan memimpin kegiatan pemadaman serta pendinginan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI dari Koramil 04 Rupat, BPBD Kecamatan Rupat, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT SRL, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Berdasarkan pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar didominasi semak belukar dan kebun sawit dengan karakteristik tanah gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Kondisi cuaca panas ekstrem tanpa hujan dalam beberapa waktu terakhir, ditambah angin yang bertiup sedang dan kerap berubah arah, memperbesar potensi api cepat meluas.

Dari hasil verifikasi melalui Dashboard Lancang Kuning (DLK), terpantau sebanyak 43 hotspot dengan tingkat kepercayaan medium hingga high berdasarkan pantauan satelit SNPP sumber NASA.

Seluruh titik tersebut berada dalam satu hamparan di kawasan Jalan Parit Jawa dan menjadi fokus penanganan tim gabungan.

"Sebagian lokasi sudah berhasil dipadamkan, namun masih terdapat kemunculan api baru di lahan yang baru terbakar. Kami terus berupaya melakukan lokalisir agar api tidak meluas," ujar AKP Faisal, Sabtu (14/2/2026).

Dalam proses pemadaman, tim menghadapi kendala keterbatasan sumber air karena tidak terdapat kanal maupun embung di sekitar lokasi.

Suplai air sementara mengandalkan kanal milik PT SRL yang jaraknya cukup jauh dari titik api.

Untuk mengatasi kendala tersebut, satu unit alat berat dikerahkan guna membuat sekat bakar, embung sementara, serta memperlebar kanal agar distribusi air lebih cepat.

Selain itu, sejumlah mesin mini strike dan puluhan rol selang dari BPBD, PT SRL, serta MPA turut digunakan untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.

Kapolsek Rupat menegaskan, penyebab kebakaran dan identitas pemilik lahan masih dalam tahap penyelidikan.

Pihaknya akan mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali tanpa adanya korban jiwa.

Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pendinginan dan pemantauan guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

"Agar tidak terjadi kebakaran hutan berkelanjutan, kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayahnya," pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler