Polisi di Kuansing Tertibkan PETI, 10 Rakit Ilegal Dimusnahkan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:42:56 WIB
Polisi di Kuansing memberantas aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI).

KUANSING (RA) - Polres Kuantan Singingi (Kuansing) terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI).

Kali ini, Polsek Kuantan Hilir menertibkan sejumlah tambang ilegal di wilayah Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Jumat (30/1/2026).

Penertiban dilakukan berdasarkan laporan masyarakat serta tindak lanjut pemberitaan media online terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah tersebut.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana melalui Kapolsek Kuantan Hilir Iptu Edi Winoto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap keluhan masyarakat.

"Penertiban ini merupakan wujud komitmen Polres Kuansing dalam menindak tegas aktivitas pertambangan tanpa izin. PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak serius terhadap kerusakan lingkungan dan keselamatan masyarakat," ujar Edi, Sabtu (31/1/2026).

Penertiban dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kuantan Hilir Iptu Debi Setyawan bersama sejumlah personel.

Operasi dilakukan di tiga lokasi, yakni Desa Kasang Limau Sundai, Desa Rawang Ogung, dan Desa Teratak Jering, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang.

Di lokasi pertama, Desa Kasang Limau Sundai, petugas menindak empat unit rakit PETI.

Di Desa Teratak Jering ditemukan dua unit rakit PETI, sementara di lokasi ketiga ditemukan empat unit rakit PETI. Total sebanyak 10 unit rakit tambang ilegal berhasil diamankan.

Untuk mencegah penggunaan kembali, seluruh rakit PETI tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi penertiban.

Kapolsek Kuantan Hilir menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli dan penindakan secara berkelanjutan terhadap aktivitas pertambangan ilegal.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas PETI dan segera melapor jika mengetahui adanya kegiatan serupa. Polri tidak akan mentolerir pertambangan ilegal di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi," tegasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler