Ramai Netizen Bahas soal GERD, Internis Beberkan Gejalanya

Senin, 26 Januari 2026 | 06:34:06 WIB
Ilustrasi.

RIAUAKTUAL (RA) - GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease belakangan menjadi perbincangan netizen di media sosial. Tak sedikit warganet yang kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan anggapan penyakit yang dapat berujung fatal hingga kematian.

Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menjelaskan GERD tidak bisa menyebabkan kematian secara langsung dan mendadak. Menurutnya, GERD kerap kali menjadi 'kambing hitam' lantaran gejalanya mirip dengan serangan jantung.

"GERD sendiri adalah refluks dari isi lambung naik ke atas menuju esofagus hingga rongga mulut. Isi lambung yang bersifat asam bila terus menerus naik ke atas akan menimbulkan iritasi hingga gangguan di esofagus," ucapnya, dikutip dari detikcom.

"Sensasi tsb bisa berupa rasa panas di dada hingga rasa sesak," lanjutnya.

dr Aru mengatakan, GERD yang tidak diobati dapat memicu gangguan pada esofagus, mulut, hingga hidung. Iritasi akibat asam lambung dapat menyebabkan luka atau erosi di esofagus, penyempitan saluran esofagus, hingga kanker esofagus.

Iritasi asam lambung juga dapat memicu gangguan lain seperti batuk kronis yang tak kunjung sembuh, karies gigi, hingga kemungkinan sinusitis.

"Tetapi penyakit2 akibat GERD ini tidak akan menyebabkan kematian mendadak," ucapnya lagi.

Di sisi lain, dr Aru mengingatkan agar tidak mengabaikan keluhan seperti rasa panas di dada, sesak atau nyeri dada, hingga jantung berdebar. Ia menyarankan agar seseorang segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, terutama rumah sakit, untuk memastikan apakah keluhan tersebut mengarah pada GERD atau justru tanda serangan jantung.

Menurutnya, pemeriksaan dini sangat penting karena gejala GERD kerap menyerupai serangan jantung. Kesalahan mengira keluhan sebagai gangguan lambung biasa bisa berakibat fatal.

"GERD memiliki gejala heartburn, nyesek, dada tidak nyaman sampai tenggorokan panas. Mirip dengan serangan jantung sehingga salah satu gejalanya disebut heartburn atau jantung terbakar. Tetapi sensasi ini bukan merupakan pertanda adanya serangan jantung," ucapnya.

"Jangan terlambat karena bila itu tanda-tanda serangan jantung waktu yg dibutuhkan utk ditangani cukup sempit sebelum jantung berhenti bekerja," lanjutnya.

Terkini

Terpopuler