Rombongan Ketum PPP Mardiono Sambangi Rumah Kader Senior di Pekanbaru

Rombongan Ketum PPP Mardiono Sambangi Rumah Kader Senior di Pekanbaru

Riauaktual.com - Usai menghadiri akad nikah anak dari salah satu kader PPP, Plt Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Mardiono beserta rombongan langsung berkunjung ke rumah Kader Senior PPP, Dandi Yandra di Jalan Kereta Api, Sabtu (1/10) siang.

Di rumah senior PAC PPP Dandi Yandra itu, Mardiono yang didampingi anggota DPR RI, Syamsurizal dan Wakil Ketua DPW PPP Riau, Husaimi Hamidi sempat berbincang masa lalu tentang perjalanan partai berlambang Kabah itu.

"Partai kita didirikan oleh ulama untuk memperjuangkan aspirasi umat, memikirkan kesejahteraan umat. Kita terus bergandengan tangan mengajak rakyat berjuang bersama-sama," kata Mardiono.

Ia juga mengajak kader untuk mensosialisasikan dan mengajak masyarakat berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan terus membesarkan PPP.

"Negara kita negara demokrasi, gunakan hak pilih. Terus berjuang bersama-sama besarkan partai. Kalau ada masalah dalam organisasi kita, kita bicarakan bersama-sama," katanya.

Sementara itu, bercerita mengenai perjuangannya selama di PPP, Dandi Yandra menyebutkan antara tahun 1997 hingga 1998, dirinya mempertaruhkan nyawa demi PPP.

"Saya mempertaruhkan nyawa, pernah digeledah di penginapan. Bahkan racun yang saya hadapi saat itu. Saya pernah diajak ke partai lain, walaupun langit bergerak hendak runtuh tidak akan saya beranjak dari PPP," tuturnya.

Ia juga berharap, semua kader bersatu dan menjaga nama baik partai. "Kami di akar rumput berharap semua kader menjaga nama baik partai karena orang sering mencibir kami, partai ulama tapi kadernya ditangkap karena korupsi," kata mantan Sekretaris DPW PPP Riau era almarhum Azis Zaenal itu.

Lanjut dia, sebagai kader PPP punya prinsip yang dipegang. "Saya kira tidak ada kata yang kita dipegang kecuali pada prinsip. Kita punya prinsip dalam partai yang harus kita pegang. Seraya terus berusaha dan berikhtiar untuk partai, dan jangan lagi ada pertikaian," harapnya.

Berita Lainnya

index