Dituding Lakukan Kekerasan Seksual, Gubernur Fisip Unri Bantah Hal Tersebut

Dituding Lakukan Kekerasan Seksual, Gubernur Fisip Unri Bantah Hal Tersebut
Ilustrasi

Riauaktual.com - Gubernur BEM Fisip Unri, GA membantah tudingan yang dilemparkan kepada dirinya terkait kekerasan seksual yang dilakukan terhadap beberapa mahasiswa.

"Itu tidak benar, saya akan klarifikasi kalau tudingan itu salah, dan saya tidak tahu siapa korban yang saya lecehkan," ungkapnya.

GA juga mengaku tidak mengetahui bentuk kekerasan seksual seperti apa yang dituduhkan kepada dirinya terhadap korban.

"Bentuk kekerasan seksual serta apa yang saya melakukannya juga tidak tahu. Hal ini membuat saya heran dimana pemberitaan telah jauh melebar sedangkan saya tidak melakukan apa-apa, nama saya telah rusak," ujarnya.

Lanjutnya, untuk langkah kedepannya dirinya tinggal menunggu panggilan dari Satgas PPKS Unri untuk mengklarifikasi tudingan tersebut.

"Saya hanya menunggu panggilan dari Satgas PPKS Unri, dan juga mengklarifikasi tentang berita yang tidak benar ini. Dan saya siap untuk membuktikan bahwa saya memang tidak bersalah," tutupnya.

Sebelumnya, GA dilaporkan ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unvirsitas Riau. Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP diduga melakukan kekerasan seksual terhadap sejumlah mahasiswa.

Wakil Gubernur BEM Fisip Unri, Rifki Mulya Nauli dikonfirmasi membenarkan adanya dugaan kasus tersebut. Ia menyebutkannya juga telah melaporkannya ke Satgas PPKS.

“Kami sudah melaporkan kasus tersebut ke Satgas PPKS, Kamis kemarin. Laporan itu atas nama saya sendiri,” kata Rifki, Jumat (23/9).

Rifki menyebutkan, kasus tersebut berawal dari pengakuan dari salah seorang korban kepada dirinya. Korban menceritakan semua terjadi kepadanya yang diduga dilakukan oleh GA.

Berangkat dari pengaduan korban, pihaknya melakukan investigasi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk menguatkan tudingan tersebut.

“Kami punya bukti-bukti terkait dugaan kekerasan seksual verbal dan nonverbal yang dilakukan oleh terduga pelaku GA,” bebernya.

GA kata Rifki, diduga melakukan perbuatan tak senonoh tersebut sejak beberapa tahun belakangan. Sehingga, lanjut dia, jumlah korban yang mengaku kepadanya lebih dari satu orang.

“Kejadian itu dalam kurun waktu 2 tahun belakangan. Korbannya lebih dari satu orang,” imbuhnya.

Berita Lainnya

View All