Dugaan Korupsi Dana Bansos Sabak Auh, Sejumlah Saksi Diperiksa

Dugaan Korupsi Dana Bansos Sabak Auh, Sejumlah Saksi Diperiksa
Ilustrasi (Net)

Riauaktual.com - Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa  saksi dugaan korupsi dana bantuan sosial fakir miskin dan anak-anak cacat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2014-2019, Selasa (21/6). Kali ini, ada enam saksi diperiksa. Salah satunya adalah S, selaku Camat Sabak Auh.

Selain dia, pemeriksaan juga dilakukan terhadap 5 orang kepala dusun (Kasus). Pemeriksaan itu dilakukan Tim Jaksa Penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau.

"Benar. Hari ini ada pemeriksaan terhadap 6 orang saksi," ungkap Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Bambang Heri Purwanto,

Adapun para saksi tersebut, yaitu S selaku Camat Sabak Auh. Dia diperiksa sebagai saksi terkait berapa penyaluran dana bansos kepada pihak penerima di kecamatan tersebut. Lalu, S selaku Kadus Pebadaran, S selaku Kadus Dosan, R selaku Kadus Dosan, R selaku Kadus Pusako, dan S selaku Kadus Pusako.

"Lima orang yang disebutkan terakhir diperiksa sebagai saksi terkait berapa penyaluran dana bansos kepada pihak penerima bansos di dusun masing-masing," lanjut Bambang.

Sehari sebelumnya, pemeriksaan dilakukan terhadap seorang anggota DPRD Kabupaten Siak, Zulkifli. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Camat Tualang Tahun 2013-2016.

Di hari yang sama, pemeriksaan juga dilakukan terhadap Wan Saiful Efendi. Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setdakab Siak itu diperiksa selaku Camat Siak Tahun 2014-2017.

Selain mereka berdua, Jaksa juga periksa tiga orang lainnya. Mereka masing-masing berinisial S, N dan S selaku Kadus Benayah, serta M selaku Kadus Perincit.

Sebelumnya, Jaksa periksa MR selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sungai Mandau Tahun 2014, dan WLF selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sungai Mandau Tahun 2015-2017. Pemeriksaan keduanya dilakukan pada Jumat (17/6) kemarin.

Tim Penyidik juga telah memeriksa LR. Dia adalah Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kandis yang diperiksa pada Rabu (15/6) kemarin. Sehari sebelumnya, diperiksa, Kasi Kesejahteraan Kecamatan Koto Gasib dan Mempura, yang masing-masing berinisial M.

Sementara itu, pada Senin (13/6), Korps Adhyaksa itu memeriksa 5 orang saksi. Yaitu, W selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Lubuk Dalam, WA selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Dayun, dan N selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Minas. Lalu, TM selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Setdakab Siak, serta W selaku Bendahara Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) Kabupaten Siak Tahun 2014-2015. 

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap Yurnalis. Staf Ahli Gubernur Riau itu diperiksa pada Selasa (31/5) kemarin dalam kapasitasnya Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Siak TA 2017.

Di hari yang sama, pemeriksaan juga dilakukan terhadap 4 saksi lainnya. Mereka masing-masing berinisial ACS selaku Camat Lubuk Dalam, A selaku Camat Minas, HD selaku Camat Mempura, dan S selaku Camat Koto Gasib. Jabatan itu mereka emban dalam kurun waktu 2014-2017 dan 2014-2016 lalu.

Tidak hanya itu, tiga orang saksi yang pernah menjabat camat di Kabupaten Siak juga telah diperiksa. Adapun para saksi tersebut masing-masing berinisial ZA selaku Camat Kerinci Kanan Tahun 2014-2015, ZE selaku mantan Camat Dayun, D selaku mantan Camat Bunga Raya. 

Tim Jaksa Penyidik juga telah memeriksa TS selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Siak, N selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tualang, dan M selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sabak Auh.

Berita Lainnya

View All