Penyidik Polres Natuna Dilaporkan ke Propam

Penyidik Polres Natuna Dilaporkan ke Propam
Ilustrasi Polisi. (net)

Riauaktual.com - Oknum penyidik di Unit Idik II Tipiter Satreskrim Polres Natuna diadukan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). Pelaporan tersebut terkait dugaan penyalahgunaan wewenang, ketidakprofesionalan dan atau keberpihakan penyidik serta unprosedural dalam menangani perkara. 

Penasihat Hukum Mirna Susanti, Muhajirin menyebutkan, laporan pengaduan tersebut telah diterima dengan nomor : STPL/01/IV/2022/Yanduan tertanggal 15 Juni 2022 lalu. Adapun yang dilaporkan berinsial Ipda YA selaku Kanit II Tipiter. 

“Hari Kamis, 15 Juni 2022. Kami melaporkan Ipda YA ke Propam Polres Natuna atas dugaan penyalahgunaan wewenang, ketidakprofesionalan dan atau keberpihakan penyidik serta unprosedural,” ungkap Muhajirin, Senin (20/6).

Disampaikannya, laporan ke Propam itu berawal saat kliennya dipanggil untuk dimintai keterangan berdasarkan surat panggilan Nomor: B/ 1078/ III/ Res.1.24/ 2021/ Reskrim di Polres Natuna. Laporan ini, menindaklanjuti laporan pengaduan dugaan tindak pidana perzinahan dan perbuatan tidak menyenangkan atas pelapor berinial AH. 

Muhajirin menerangkan, terlapor yakni Mirna Susanti merupakan istri pelapor dulunya. “Perkara itu ditangani Unit Idik II (TIPITER) Satreskrim Polres Natuna yang dipimpin Kanit Ipda YA,” sebutnya. 

“Berdasarkan keterangan dari klien kami saat pemeriksaan tersebut. Klien kami diintimidasi dan dibujuk oleh Kanit untuk mengakui segala perbuatan yang dituduhkan kepadanya. Dan diiming-imingi perkara itu tidak akan dilanjutkan dan tidak akan ada lagi pemanggilan terhadap saksi dan terlapor lainnya,” sambung Muhajirin. 

Kendati sudah mengikuti kemauan penyidik, Muhajirin menyebutkan, penanganan perkara tetap berlanjut dengan pemanggilan saksi lainnya dan pelapor. Ia menduga perbuatan oknum penyidik itu atas perintah AH selaku pelapor karena kedua memiliki kedekatan. “Berdasarkan keterangan dan alat bukti dari klien kami, diketahui dan diduga bahwa Ipda YA mendapat bantuan fasilitas satu unit mobil dari AH. Kendaraan itu, digunakan untuk berdinas dan operasional selama bertugas di Polres Natuna,” kata Penasihat Hukum Mirna Susanti.

Terhadap perkara itu, Muhajirin menuturkan, bukan kewenangan atau spesialis bidang dari unit Tipiter. Akan tetapi ternyata ditangani oleh Unit Idik II Tipiter Satreskrim Polres Natuna. Selian itu, Ipda YA juga pernah hadir sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Agama (PA) Natuna pada 12 Februari 2022 lalu. Kehadiran yang bersangkutan diduga tidak mendapatkan surat tugas atau perintah dari Pimpinan Polres Natuna.

“Klien kami juga dilaporan atas dugaan pencurian kendaraan bermotor. Parkara itu ditangani oleh Unit Idik II Tipiter. Padahal motor itu milik adek klien kami yang dibeli seseorang,” sebutnya.

Lebih lanjut Muhajirin berharap, Bidang Propam Polres Natuna menindaklanjuti dan memproses laporan pengaduan tersebut sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Karena, kata dia, polisi sebagai aparat penegak hukum mesti bekerja secara profesional tanpa berpihak ke siapapun. “Kami berharap pengaduan itu tindak lanjuti dan diproses,” pintanya. 

Terpisah, Kapolres Natuna, AKBP Iwan Ariyandhy dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pengaduan tersebut. Diakui dia, pihaknya telah menerimanya. “ Ya, surat (pengaduannya) sudah saya terima dan akan ditindaklanjuti,” singkat Kapolres Natuna.

Berita Lainnya

View All